Mata Lokal Desa
Koordinator Provinsi P3MD Sumsel Blak-blakan Soal Oknum Kades Nakal
Jumeri menekankan pentingnya transparansi dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dana desa.
Di sisi lain, Jumeri mengakui bahwa keterbatasan sumber daya manusia (SDM) di tingkat desa menjadi tantangan tersendiri dalam pengelolaan dana desa, terutama dalam pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
"BUMDes itu seharusnya dikelola oleh masyarakat, tapi seringkali pengurusnya kurang memiliki pemahaman memadai. Di sinilah peran pendamping desa sangat krusial, memberikan pelatihan dan pendampingan agar BUMDes bisa berjalan sesuai aturan," jelasnya.
Melalui on the job training (OJT), training of trainer (TOT), dan unit kegiatan belajar mandiri (UGT), para pendamping desa berupaya membekali pengelola BUMDes dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan.
Namun, tantangan di daerah-daerah terpencil dengan keterbatasan akses dan SDM yang minim tetap menjadi pekerjaan rumah yang besar.
"Di balik harapan besar untuk memajukan desa, terselip tantangan dan potensi penyimpangan yang perlu diwaspadai. Transparansi, pengawasan ketat, dan peningkatan kapasitas SDM menjadi kunci utama agar dana desa benar-benar bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat," katanya. (*)
| Kok Bisa Ada Kata Kerbau di Nama Desa Ulak Kerbau Ogan Ilir Sumsel? Dijuluki Kampungnya Penjahit |
|
|---|
| Malam Tapai dan Gema Nostalgia,Saat Tradisi Lawas Kembali Menghangatkan Jantung Kayuagung |
|
|---|
| Melihat Napal Jaringan Desa Singapura OKU, Wahana Seluncuran Alami di Sungai Ogan Digemari Anak-anak |
|
|---|
| Desa Remayu, Jejak Perdagangan Kuno di Tengah Harta Karun Pecahan Keramik Belanda dan Cina |
|
|---|
| Ruwatan Bumi di Karang Binangun Sumsel : Doa, Budaya, dan Bisikan Leluhur di Tengah Deru Zaman |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Jumeri-Eka-Saputra.jpg)