metro

Kabel Semrawut di Palembang Jadi Sorotan, Walikota Ratu Dewa Janji Menata Lebih Rapi

Kabel semrawut tidak hanya merusak estetika, tetapi juga berpotensi menimbulkan bahaya keselamatan, damengganggu aksesibilitas.

Tayang:
TRIBUNSUMSEL.COM/SYAHRUL HIDAYAT
KABEL SEMRAWUT - Kondisi kabel yang tak tertata rapi di kawasan Jalan Radial, Palembang, menciptakan pemandangan yang memprihatinkan dan mengancam keselamatan warga. Kondisi serupa terjadi hampir di setiap sudut kota bahkan area pemumiman warga. Foto dibadikan Senin (5/5/2025). 

"Selain itu, ajaklah para dosen atau peneliti dari universitas setempat untuk melakukan penelitian, uji kelayakan, dan lain-lain, sehingga, pengambilan keputusan/kebijakan benar adanya berdasarkan data dan peninjauan resiko," ungkapnya.

Terakhir, tentu saja di sistem kapitalisme hari ini. Pembangunan perkotaan menjadi terhambat karena tidak tahu bagaimana soal pembiayaannya. Sebab, proyek yang ada sebagian besar bergantung pada utang.

"Sebagaimana proyek LRT lalu, saya melihat ada egoisme pembangunan yang dipaksa bertopang pada utang. Padahal, jika dipikirkan apa benar ini adalah kebutuhan mendesak warga Kota Palembang atau hanya egoisme pemerintah setempat demi mendapat apresiasi sebagai kota modern," katanya.

Maka menurutnya, dibutuhkan pendekatan untuk mengetahui keinginan, harapan, dan kebutuhan mendesak warga kota hari ini. Jangan sampai Kota Palembang mengidap Chicago Syndrome, sibuk mempercantik tampilan diri tapi di dalamnya rakyat merasakan malapetaka.

Selain itu, kata Putri, kondisi darurat kabel semrawut di Palembang ini bukan lagi sekadar masalah visual yang dapat diabaikan. Ini adalah persoalan keselamatan publik yang mendesak untuk ditangani secara serius dan komprehensif. 

Pemerintah Kota Palembang, sebagai pemegang otoritas wilayah, memiliki tanggung jawab besar untuk mengeluarkan regulasi yang jelas dan tegas terkait penataan infrastruktur kabel. Pengawasan yang ketat terhadap implementasi regulasi ini juga menjadi kunci penting.

Di sisi lain, para penyedia layanan telekomunikasi dan listrik tidak bisa lepas tangan. Mereka memiliki kewajiban moral dan hukum untuk memastikan infrastruktur yang mereka bangun dan operasikan aman, tertib, dan tidak membahayakan masyarakat. Koordinasi antar penyedia layanan juga sangat dibutuhkan untuk menghindari tumpang tindih dan kesemrawutan yang semakin parah.

Sudah saatnya ego sektoral di antara berbagai pihak dihilangkan demi kepentingan bersama. Dibutuhkan sinergi dan kolaborasi yang kuat antara pemerintah kota, penyedia layanan, dan bahkan partisipasi aktif dari masyarakat untuk mencari solusi yang berkelanjutan.

Penataan jaringan kabel yang baik bukan hanya akan mempercantik wajah kota, tetapi yang lebih utama adalah menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh warga Palembang dari ancaman kabel  yang semakin mencekam ini. 

"Tindakan nyata dan terukur sangat dinantikan, sebelum jatuh korban akibat kelalaian dalam penataan infrastruktur vital ini," katanya. (Arf/Nda/Tnf/Sts)

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved