Polisi Tewas Ditembak
Sebelum Tragedi Penembakan, Kapolsek Lusiyanto & Peltu Lubis Berteman Baik, Setoran Pakai Kode Aman
Fakta baru terungkap ternyata sebelum insiden penembakan sabung ayam, Kapolsek Lusiyanto dan Peltu Lubis berteman baik.
Penulis: Shafira Rianiesti Noor | Editor: Odi Aria
SRIPOKU.COM - Fakta baru terungkap ternyata sebelum insiden penembakan sabung ayam, Kapolsek Lusiyanto dan Peltu Lubis berteman baik.
Bahkan keduanya sama-sama mengetahui perihal judi sabung ayam terjadi kurang lebih selama setahun ini.
Keduanya pun diduga saling mendapatkan keuntungan dari judi sabung ayam tersebut.
Hal ini bermula dari akun TikTok @satria6_, beredar info yang berisikan soal insiden tiga polisi yang tewas tertembak imbas jatah setoran.
Dikutip dari Kompas, disebutkan beberapa hal dalam video tersebut, di antaranya:
- Polsek Negara Batin diduga sudah diberi jatah setoran judi sabung ayam Rp 1 juta per hari.
- Selain itu, ada tambahan uang bensin, uang rokok, dan lain-lain sehingga total setoran mencapai Rp 2,5 juta per hari.
- Namun, mereka diduga meminta setoran ditambah menjadi Rp 20 juta per hari.
- Anggota TNI yang diduga mengelola lokasi judi sabung ayam tidak mampu menyanggupi permintaan tersebut.
- Sehingga Kapolsek (disebutkan) mengancam akan membawa pasukannya menggerebek lokasi perjudian tersebut.
Ternyata hal itu pun sudah diketahui oleh Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) II/Sriwijaya Kolonel Inf Eko Syah Putra Siregar.
Baca juga: Terbongkar, Diduga Ada Setoran Uang Antara Oknum TNI & Polisi saat Judi Sabung Ayam di Lampung
Kolonel Eko mengungkapkan, berdasarkan pemeriksaan terhadap Pembantu Peltu Lubis dan Kopral Kepala Kopka Basar, dua oknum TNI yang diduga melakukan penembakan, diakui terdapat kontrak atau kesepakatan dengan pihak Polsek terkait judi sabung ayam di daerah tersebut.
"Pejabat Polsek Negara Batin (Kapolsek Lusiyanto) dan Pejabat Pos Ramil Negara Batin (Peltu Lubis) memiliki hubungan baik," kata Eko, seperti ditulis Kompas dilansir Jumat (20/3/2025).
Menurut Eko, keduanya sama-sama mengetahui adanya tren judi sabung ayam di wilayah mereka, apalagi kegiatan judi itu sudah berjalan dalam waktu yang relatif lama, yakni sekitar setahun terakhir.
"Judi sabung ayam memiliki daya tarik tinggi karena nilai profit yang menggiurkan. Info soal judi sabung ayam itu pasti sampai ke polsek dan tidak mungkin tidak ada profit yang diambil,” kata Eko.
| Tersangka Oknum TNI Tembak Polisi saat Judi Sabung Ayam Sempat Kabur, Terungkap saat Rekonstruksi |
|
|---|
| 2 Oknum TNI Diduga Tembak Mati Polisi di Penggerebekan Sabung Ayam Belum Dipecat, Kini Ditahan |
|
|---|
| Ayahnya Disebut Dapat Setoran Sabung Ayam, Anak AKP Lusiyanto Menangis tak Terima, Minta Keadilan |
|
|---|
| Ayahnya Dituding Terima Setoran, Anak Polisi Tewas Ditembak di Lampung Menangis tak Terima Tuduhan |
|
|---|
| Istri Polisi Tewas Ditembak Oknum TNI Nangis Minta Bantu Hotman Paris, Sempat Dicegat Anggota Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Fakta-insiden-sabung-ayam-Kapolsek-Lusiyanto-dan-Peltu-Lubis-berteman.jpg)