Berita Palembang

Stok Darah Aman di Bulan Ramadan, PMI Sumsel Gelar Donor Darah Berhadiah Beras 5 Kg

Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan ketersediaan stok darah

Penulis: Mat Bodok | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM/DOKUMEN PMI Sumsel
DONOR DARAH - Donor darah akan dilaksanakan di Klenteng YAP bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI), UDD PMI Provinsi Sumsel dan UDD PMI kota Palembang, pada Minggu (16/3/2025). Pendonor akan mendapatkan beras 5 kg dan doorprize menarik lainnya. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Menjelang bulan suci Ramadan 1446 Hijriah, Palang Merah Indonesia (PMI) Sumatera Selatan (Sumsel) memastikan ketersediaan stok darah dalam kondisi aman dan mencukupi.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Unit Donor Darah (UDD) PMI Sumsel, dr. Kemas Yakub Sp PK MKes, pada Sabtu (8/3/2025).

"Alhamdulillah, berkat banyaknya kegiatan donor darah yang telah dilakukan sebelum bulan puasa, stok darah untuk golongan A, B, dan O saat ini cukup," ungkap dr. Kemas Yakub.

Untuk menjaga ketersediaan stok darah selama bulan Ramadan, PMI Sumsel bekerja sama dengan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) dan UDD PMI Kota Palembang akan menggelar kegiatan donor darah pada Minggu, 16 Maret 2025 di Klenteng YAP.

Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendonor, PMI Sumsel dan PSMTI akan memberikan bingkisan tambahan berupa beras 5 kg bagi pendonor yang mendonorkan darahnya di gedung UDD PMI Provinsi Sumsel selama bulan Ramadan.

"Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para pendonor yang bersedia mendonorkan darahnya di bulan puasa," ujar dr. Yakub.

Lebih lanjut, dr. Yakub menjelaskan bahwa kegiatan donor darah pada 16 Maret 2025 akan dipimpin oleh Joni Kesuma.

Ia menegaskan bahwa stok darah di Sumsel aman dan terpenuhi berkat kerja sama yang baik antara PMI, masyarakat, dan para pendonor sukarela.

"Alhamdulillah, para pendonor tetap yang terdaftar dan tergabung dalam grup WhatsApp PMI Sumsel selalu bersedia dan siaga apabila dibutuhkan oleh keluarga pasien, tanpa meminta imbalan apapun," tambahnya.

Meskipun demikian, dr. Yakub mengakui bahwa jumlah pendonor formula cenderung menurun selama bulan puasa. Hal ini disebabkan oleh adanya anggapan bahwa donor darah dapat membatalkan puasa.

"Memang ada anggapan bahwa donor darah dapat membatalkan puasa, sehingga jumlah pendonor formula menurun di bulan puasa," jelasnya.

Oleh karena itu, PMI Sumsel terus berupaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya donor darah dan memastikan bahwa donor darah tidak membatalkan puasa. Dengan demikian, diharapkan ketersediaan stok darah tetap terjaga selama bulan Ramadan.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved