Opini
Nasehat Diri: Tiga Kunci Kehidupan yang Abadi
Jangan pernah meremehkan kebaikan sekecil apapun, karena bisa jadi itulah yang akan membawa kita menuju surga-Nya.
HIDUP ini adalah perjalanan yang singkat. Setiap detik yang berlalu adalah kesempatan yang tak akan terulang. Namun, dalam perjalanan itu, kita sering lupa bahwa esensi sejati dari kehidupan tidak terletak pada apa yang kita miliki atau capai, melainkan pada jejak yang kita tinggalkan dan bagaimana kita memberikan manfaat bagi orang lain.
Ada tiga prinsip penting yang perlu kita pegang dalam hidup ini agar perjalanan kita bermakna, tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
1. Kenangan Lebih Abadi dari pada Apa yang Kita Miliki
Setiap manusia pasti akan menghadapi kematian, tidak ada yang bisa menghindarinya. Allah berfirman dalam Al-Qur'an, “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…” (QS. Ali Imran: 185).
Kehidupan dunia ini hanya sementara, bahkan meski kita mencapai kesuksesan luar biasa, harta berlimpah, atau ketenaran yang meluas, semua itu akan berakhir.
Yang akan tetap ada adalah kenangan yang kita ciptakan dalam hidup kita, baik itu dalam bentuk kasih sayang, kebaikan, atau kebahagiaan yang kita bagi dengan orang lain.
Hadis Rasulullah SAW pun mengajarkan kita pentingnya memperhatikan hubungan kita dengan orang lain. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari, Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa yang memberi manfaat kepada orang lain, Allah akan memberikan manfaat kepadanya.”
Kebaikan yang kita lakukan kepada orang lain, meski sekecil apapun, akan meninggalkan kenangan abadi di hati mereka. Kenangan ini tidak hanya bertahan dalam ingatan, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk berbuat kebaikan.
Inilah yang menjadi penting: hidup ini bukan soal apa yang kita miliki, tetapi tentang jejak yang kita tinggalkan. Allah berfirman dalam Surah Al-Kahfi (18:46),
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal yang baik adalah yang lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu sebagai balasan dan lebih baik harapan-Nya.”
Amal baik, kenangan indah yang kita tinggalkan, akan lebih berharga daripada semua perhiasan dunia yang bersifat sementara.
2. Senyum dan Keceriaan yang Kita Bagikan Memiliki Kekuatan yang Luar Biasa
Senyum adalah simbol kebaikan dan kebahagiaan yang sederhana namun sangat berarti. Rasulullah SAW bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, “Senyummu di hadapan saudaramu adalah sedekah.”
Sebuah senyuman sederhana bisa menciptakan kebahagiaan dalam hati seseorang, memberikan rasa nyaman, dan membawa kedamaian. Bahkan, senyuman yang kita berikan tidak hanya bisa mengubah suasana hati orang lain, tetapi juga memberikan dampak positif bagi diri kita sendiri.
Dalam konteks ini, kita diingatkan untuk senantiasa berbagi keceriaan dengan orang lain. Hidup ini akan lebih indah jika kita bisa menjadi sumber kebahagiaan bagi orang lain. Bukan hanya senyum yang tulus, tetapi perhatian, kasih sayang, dan sikap positif yang kita tunjukkan dalam setiap interaksi kita juga memiliki nilai yang luar biasa. Allah berfirman dalam Surah Al-Baqarah (2:263),
| OPINI: Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu |
|
|---|
| OPINI: Diskon Listrik Masih Dinanti Masyarakat Sumsel |
|
|---|
| Langkah Menuju Keadilan Pajak untuk Pedagang Online dan Offline |
|
|---|
| Sampah dan "Sirkuit" Dadakan di Kambang Iwak |
|
|---|
| Disiplin Fiskal, Dana Desa, dan Kesehatan Publik: Menata Koreksi Kebijakan Tanpa Mengorbankan Warga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Otoman-Dosen-UIN-RF-Palembang.jpg)