Santri di Ogan Ilir Diduga Dicabuli Guru
Polres Ogan Ilir Dalami Kemungkinan Adanya Korban Lain dalam Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes RU
Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terkait kasus dugaan pencabulan terhadap santri di Pondok Pesantren (Ponpes)
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Pihak kepolisian terus melakukan pendalaman terkait kasus dugaan pencabulan terhadap santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Ulum, Ogan Ilir.
Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, mengatakan bahwa pihaknya telah menemui keluarga korban untuk menggali informasi.
"Terkait perkara di Ponpes (Raudhatul Ulum), kami sudah jemput bola. Kami sudah temui pihak keluarga, dalam hal ini orang tua korban," kata Bagus kepada wartawan di Indralaya, Senin (10/2/2025).
Namun, hingga saat ini, keluarga korban belum membuat laporan kepolisian. Diketahui bahwa keluarga korban telah memaafkan perbuatan pelaku dan tidak akan membawa perkara ini ke ranah hukum.
"Dari keluarga korban memang belum membuat laporan polisi," terang Bagus.
Meskipun demikian, pihak kepolisian tidak berhenti di situ. Mereka terus melakukan pendalaman untuk mencari tahu apakah ada korban lain dalam kasus dugaan pencabulan ini.
"Kami cari tahu jika ada korban lainnya yang bisa dijadikan pintu masuk untuk pelaporan," ujar Bagus.
Sebelumnya, pihak Ponpes Raudhatul Ulum telah mendatangi kediaman keluarga korban pada Jumat (7/2/2025) lalu. Salah seorang kepala sekolah di Ponpes Raudhatul Ulum, Kiagus Abdul Gamal, juga mengatakan bahwa keluarga korban tidak akan menuntut secara hukum.
"Belum ada surat pernyataan tidak menuntut dari pihak keluarga korban," kata Abdul Gamal saat dihubungi secara terpisah.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.