Santri di Ogan Ilir Diduga Dicabuli Guru

Kasus Dugaan Pencabulan di Ponpes Raudhatul Ulum, Keluarga Korban Memaafkan

Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum guru di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Ulum

Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Yandi Triansyah
Tribunsumsel.com/Agung Dwipayana
MELINTAS - Kendaraan melintasi pintu gerbang Ponpes Raudhatul Ulum di Sakatiga, Sabtu (8/2/2025) pagi. Ponpes tersebut kini dilanda isu kasus pencabulan terhadap seorang santri. 

SRIPOKU.COM, INDRALAYA - Kasus dugaan pencabulan yang melibatkan seorang oknum guru di Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Ulum, Ogan Ilir, memasuki babak baru. 

Pihak ponpes dikabarkan telah menemui keluarga korban di Palembang pada Jumat (7/2/2025).

Seorang sumber internal Ponpes Raudhatul Ulum yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pihak kepolisian.

 "Kemarin (Jumat) pihak ponpes bersama polisi pergi ke Palembang untuk ketemu orang tua korban," kata sumber tersebut, Sabtu (8/2/2025).

Menurut sumber, keluarga korban tidak menuntut dan telah memaafkan perbuatan oknum guru tersebut.

"Orang tua (korban) tidak menuntut dan memaafkan," ujarnya.

Konfirmasi terkait pertemuan ini juga datang dari Kepala SMP IT Raudhatul Ulum, Kiagus Abdul Gamal.

"Belum ada surat pernyataan tidak menuntut dari pihak keluarga korban," kata Abdul Gamal saat dihubungi melalui WhatsApp.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ogan Ilir, AKP Muhammad Ilham, belum memberikan respons saat dihubungi terkait perkembangan kasus ini.

Sebelumnya, Kapolres Ogan Ilir, AKBP Bagus Suryo Wibowo, mengatakan bahwa polisi telah turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan.

Selain memeriksa yayasan ponpes, polisi juga meminta keterangan dari sejumlah orang di lembaga pendidikan tersebut.

"Ini masih lidik terus. Informasi yang kami terima, untuk laporan (dari korban) pun belum ada yang masuk (ke polisi)," ujar Bagus, Jumat (7/2/2025).

Pihak kepolisian juga melakukan pendekatan kepada terduga korban dan keluarganya.

"Makanya kami jemput bola ke korban dan orang tuanya juga," jelas Bagus.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved