Pilkada Sumsel 2024

Bernasib Sama Saudara Ipar di Pilkada Sumsel 2024, Mawardi Yahya & Suryanti Ngesti Terancam Tumbang

Pilkada Sumsel 2024 diikuti oleh beberapa calon kepala daerah yang memiliki hubungan keluarga dekat. 

Tayang:
Editor: Yandi Triansyah
Kolase Sripoku.com
Saudara ipar Mawardi Yahya calon gubernur Sumsel dan Suryanti Ngesti calon walikota Prabumulih, terancam sama-sama gagal di Pilkada 2024, beberapa hari lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pilkada Sumsel 2024 diikuti oleh beberapa calon kepala daerah yang memiliki hubungan keluarga dekat. 

Beberapa diantaranya yakni Mawardi Yahya yang maju sebagai calon gubernur Sumsel 2024. 

Selain itu, putra Mawardi Yahya yakni Panca Wijaya Akbar diketahui maju di Pemilihan Bupati Ogan Ilir. 

Kemudian ada Suryanti Ngesti Rahayu yang merupakan adik ipar dari Mawardi Yahya yang maju di Pilwako Prabumulih

Namun hasilnya Mawardi Yahya dan Suryanti Ngesti Rahayu diprediksi gagal, berdasarkan hasil perhitungan cepat. 

Mawardi Yahya yang berpasangan dengan RA Anita Noeringhati hanya memperoleh 12,58 persen suara. 

Angkat tersebut kalah dibandingkan dua pesaing lainnya yakni Eddy Santana Putra Riezki Aprilia dan Herman Deru-Cik Ujang. 

Sedangkan Suryanti Ngesti Rahayu sementara meraup 30,34 persen suara. 

Hanya Panca Wijaya yang hampir dipastikan menang di Pilbup Ogan Ilir. 

Bupati Ogan Ilir petahana ini berhasil menang telak 81 persen dari kotak kosong yang meraih suara 19 persen.

Juru Bicara Matahati, Permana, mengungkapkan, masih menunggu real count hasil penghitungan internal. 

Di mana dari suara yang sudah masuk sebesar 82 persen, Matahati mengantongi 27 persen suara dan paslon nomor ururt 22 persen.

Sedangkan sisanya diraup oleh paslon nomor urut 1 Herman Deru-Cik Ujang. 

Menurutnya, pihaknya menerima banyak dugaan laporan terkait money politics. Mayoritas laporan pelanggaran yang disampaikan tim di lapangan diduga dari Paslon 01 dan 02 ada money politics.

"Mayoritas dugaan pelanggaran hasil tim di lapangan dari Paslon 01. Laporan banyak soal money politics, siraman itu cukup membuat dahaga, bagi masyarakat ditengah kondisi seperti ini," katanya.

Untuk itu tim Matahati saat ini tengah mengumpulkan bukti-bukti untuk pelaporan yang akan disampaikan ke Bawaslu. Pelaporan yang disampaikan, sesuai dengan ketentuan di saat Pilkada.

"Laporan terkait dugaa pelanggaran money politics, penyelenggara yang melakukam TSM (terstruktur, sistematis dan masif) dan dugaan lainnya," katanya.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved