Berita Palembang
Nama-nama Kelurahan di Palembang dari Masa Kesultanan hingga Sekarang
Sudah banyak berubah nama-nama daerah di Palembang yang dilakukan pemerintah akibat banyak penamaan dari zaman penjajahan Belanda
Laporan Wartawan Sripoku.com Angga
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Daftar nama-nama kelurahan di masa Kesultanan Palembang Darussalam.
Sudah banyak berubah nama-nama daerah di Palembang yang dilakukan pemerintah akibat banyak penamaan dari zaman penjajahan Belanda yang saat itu menguasai Palembang.
Hidayatul Fikri atau sering di sebut Mang Dayat salah satu penggiat Sejarah di kota Palembang mengatakan, masyarakat perlu tahu asal nama dari daerahnya karena semua tempat di Palembang memiliki penamaan dan sejarahnya pada masa Kesultanan Palembang Darussalam.
"Masyarakat banyak yang tidak tau asal nama kelurahannya ini sangat disayangkan kalau masyarakat tidak tahu, "katanya, Senin (21/10/2024).
Harapannya nama-nama tersebut dikembalikan ke asalnya agar sejarah nama kelurahan ini terangkat serta millenial mengetahui nama tempat tinggalnya.
"Harapannya dikembalikan nama kelurahan tersebut ke masa Kesultanan agar para anak anak muda mengetahui sejarahnya tempat mereka tinggal, "ungkapnya
Berikut Nama-Nama Kelurahan masa Kesultanan yang berubah kelurahan masa sekarang :
Palembang lamo menjadi 1 Ilir
Sabokingking menjadi 2 Ilir
Lemah Abang/lemabang menjadi 3 Ilir
Kuwiran menjadi 4 Ilir
Lawang kidul menjadi 5 Ilir
Pulu menjadi 6 Ilir
Sungi jeruju menjadi 7 Ilir
Kemas menjadi 8 Ilir
Kebangkan menjadi 9 Ilir
Sungi Bayas menjadi 10 -11 Ilir
Patengan menjadi 12 Ilir
Sungi Rendang menjadi 13 Ilir
Terusan menjadi 14 Ilir
Sayangan darat menjadi 15 Ilir
Pangeran Mangkubumi menjadi 16 Ilir
Payaman menjadi 17 Ilir
Kepandean menjadi 18 Ilir
Kaporan menjadi 19 Ilir
Masjid agung/pengulon menjadi 20 Ilir
Pemarian menjadi 21 Ilir
Kemunduran menjadi 22 Ilir
Soak bato menjadi 23 Ilir
Kebun dulu menjadi 24,25,26 Ilir
Depaten darat menjadi 27 Ilir
Depaten baru menjadi 28 Ilir
Sungi Tawar menjadi 29 Ilir
Suro menjadi 30 Ilir
Serengan menjadi 31 Ilir
Kebon gede menjadi 32 Ilir
Kedokan menjadi 33 Ilir
Soak bujang menjadi 34 Ilir
Tatang menjadi 35 Ilir
Suwadin menjadi 36 Ilir
Sungi Rengas menjadi 37 Ilir
Bagian Ulu
Merogan menjadi 1 Ulu
Perigi menjadi 2 Ulu
Tembok menjadi 3 Ulu
Semajid menjadi 4 Ulu
Kedukan menjadi 5 Ulu
Kenduruan menjadi 6 Ulu
Klenteng menjadi 7 Ulu
Kedemangan menjadi 8 Ulu
Sungi Aur menjadi 9 Ulu
Tembok Batu menjadi 10 Ulu
Sungi Rasu menjadi 11 Ulu
Karang belango menjadi 12 Ulu
Temenggungan menjadi 13 Ulu
Tuan kapar menjadi 15 Ulu
| Isu Reshuffle Kabinet dan Penggulingan Prabowo Mencuat, Pengamat: Hal Wajar dalam Demokrasi |
|
|---|
| Dua Remaja Putri Duel di Pinggir Sungai Sekanak, Polisi: Hanya Menumpang Tempat untuk Berkelahi |
|
|---|
| Gantikan Pelabuhan Boom Baru, Pelabuhan Palembang Baru Tanjung Carat Bakal Beroperasi Tahun 2028 |
|
|---|
| Targetkan 8.000 Titik Lampu Jalan Baru, Pemkot Palembang Percepat Program Palembang Terang |
|
|---|
| Motor Warga Palembang Viral Hilang di Parkiran Samsat, Pengamat Sebut Pengelola Harus Ganti Rugi! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Jembatan-Ampera-dari-udara-Monpera-dari-udara.jpg)