Pilkada Palembang 2024

3 Paslon Walikota dan Wakil Walikota Palembang Gencar Blusukan ke Pasar, Ini Kata Pengamat

Akhir-akhir ini, pasangan calon walikota dan wakil walikota Palembang yang berkontestasi di Pilkada 2024

Penulis: Arief Basuki | Editor: Yandi Triansyah
Kolase Sripoku.com
Tiga pasangan calon walikota dan wakil walikota Palembang saat blusukan ke sejumlah pasar di Palembang, beberapa waktu lalu. 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Akhir-akhir ini, pasangan calon walikota dan wakil walikota Palembang yang berkontestasi di Pilkada 2024, gencar melakukan kunjungan ke pasar- pasar tradisional di Kota Palembang. 

Sebab pasar tradisonal dianggap memiliki peran yang penting dalam perputaran ekonomi di daerah, dan paslon selama ini setiap turun, mengumbar janji bakal lebih memperhatikan pedagang pasar tradisional.

Pengamat politik dari Universitas Sriwijaya (Unsri) Dr M Husni Tamrin mengatakan, dengan turun menyapa masyarakat sebagai salah satu strategi untuk mendulang suara nantinya. 

"Makin gencarnya para paslon dalam pilwako Palembang blusukan ke pasar belakangan ini, menunjukkan bahwa mereka percaya ini bisa menjadi strategi yang efektif untuk mendekatkan paslon, kepada masyarakat dan meningkatkan popularitas serta elektabilitas, " kata Husni, Selasa (15/10/2024).

Menurut Husni, hal ini disebut juga sebagai 'Politik Ritel', yakni strategi yang digunakan oleh kandidat, untuk menjangkau pemilih secara langsung dengan pendekatan yang lebih personal seperti blusukan ke pasar, bertemu dengan kelompok-kelompok masyarakat secara tatap muka, dan kegiatan lainnya berfokus pada interaksi langsung. 

"Politik ritel berbeda dari politik massa atau kampanye besar-besaran, karena lebih mengedepankan hubungan individu dan personal antara paslon dan pemilih, " jelasnya. 

Diterangkan Husni, pastinya strategi ini menekankan pentingnya "keterlibatan personal" yang sering menjadi kunci dalam memenangkan simpati publik. 

"Beberapa studi menunjukkan bahwa interaksi langsung dengan pemilih, mampu memperkuat dukungan karena kandidat dianggap lebih memahami kebutuhan komunitas. Dengan politik ritel ini, termasuk blusukan ke pasar- memungkinkan kandidat menunjukkan empati, dan kedekatan dengan masalah masyarakat setempat, yang secara emosional meningkatkan hubungan antara kandidat dan pemilih, " tandasnya. 

Mengenai seberapa efektifnya strategi ini dalam mendulang suara, dikatakan Husni hal ini sangat tergantung pada keaslian atau ketulusan interaksi, reputasi paslon atau rekam jejak kandidat sebelumnya, dan kesenjangan antara janji kampanye dan realitas kinerja. 

"Bagi paslon yang sebelumnya pernah menjabat, janji manis yang mereka sampaikan selama kampanye, harus dikaitkan dengan rekam jejak yang konkret," tuturnya. 

Ditambahkan Husni, jika mereka gagal menunaikan janji pada masa lalu, pemilih akan lebih skeptis terhadap janji-janji baru yang dilontarkan. 

"Oleh karena itu, paslon perlu menunjukkan komitmen nyata dan kinerja yang bisa diukur, atau dapat dirasakan langsung untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat, " tukasnya. 

Calon Walikota Palembang nomor urut 1 Fitrianti Agustinda sendiri, saat mendatangi pasar tradisional, berkomitmen akan merevitalisasi bangunan pasar tradisional di kota Palembang, jika nanti ia bersama Nandriani Octarina terpilih dalam Pilkada pada 27 November 2024 mendatang. 

Hal ini disampaikannya disela sela blusukan di pasar 9/10 Ulu, pasar 3/4 Ulu dan pasar Sungki Kertapati Palembang beberapa waktu lalu. 

Mantan wakil Walikota Palembang ini melihat banyak bangunan pasar di Palembang kondisinya rusak sehingga kurang nyaman bagi pedagang maupun pembeli. Selain rusak persoalan banjir juga kerap terjadi diareal pasar.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved