Transformasi Usaha Wajan di Banyuasin, Manajemen Baru untuk Omset yang Lebih Tinggi
Rantai Jankar Alumunium, sebuah industri rumahan yang bergerak di bidang produksi wajan cor, berhasil meningkatkan produktivitas dan memperluas
Penulis: Yandi Triansyah | Editor: Yandi Triansyah
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Rantai Jankar Alumunium, sebuah industri rumahan yang bergerak di bidang produksi wajan cor, berhasil meningkatkan produktivitas dan memperluas pangsa pasarnya, setelah menerapkan manajemen baru.
Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa dari Institut Teknologi dan Bisnis PalComTech, Palembang.
Tim diketuai oleh Meidyan Permata Putri, S.Kom., M.Kom., dengan anggota Dr. Hendra Hadiwijaya, SE., M.Si., Mirza Putri Andita, SE., M.Si., dan Andri Saputra, S.Kom., M.Kom.
Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa antara lain Rizqi Irawan (Program Studi Sistem Informasi), Nurli Sulastri (Program Studi Informatika), dan M. Farizh Abidzar (Program Studi Informatika).
Transformasi ini difokuskan pada peningkatan kualitas manajemen dan implementasi teknologi, salah satunya melalui pengembangan platform e-commerce (www.wajancapjangkar.com).
Dengan platform ini, produk-produk wajan buatan Rantai Jankar Alumunium kini dapat diakses lebih luas oleh konsumen dari berbagai daerah di Indonesia.
Sistem pemasaran digital yang diterapkan berhasil meningkatkan penjualan secara signifikan, dengan strategi digital marketing yang dirancang oleh tim dari PalComTech.
Ketua tim PKM, Meidyan Permata Putri, menjelaskan bahwa fokus dari program ini adalah membantu Mitra PKM dalam memodernisasi usahanya, tidak hanya dari segi teknologi, tetapi juga manajemen produksi.
"Kami memulai dengan analisis menyeluruh terhadap proses produksi, dan hasilnya menunjukkan bahwa dengan penerapan manajemen produksi yang lebih efisien, mereka mampu menghemat biaya dan meningkatkan kapasitas produksi," ungkapnya.
Dr. Hendra Hadiwijaya, salah satu anggota tim, juga menambahkan bahwa peningkatan kemampuan digital Industri Kecil dan Menengah (IKM) menjadi salah satu faktor kunci dalam meningkatkan daya saing usaha di era digital saat ini.
"Dengan adanya platform e-commerce, diharpkan mitra PKM memiliki kesempatan yang lebih besar untuk bertahan dan berkembang di tengah persaingan industri," jelasnya.
Program ini mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi melalui dana hibah pada tahun 2024.
Dengan adanya program ini, diharapkan lebih banyak usaha kecil di Kabupaten Banyuasin yang mampu bertransformasi dan bersaing di pasar yang lebih luas. Transformasi usaha ini telah membawa dampak positif yang signifikan.
Dari segi omset, Rantai Jankar Alumunium melaporkan kenaikan hingga 30 persen dalam tiga bulan terakhir setelah platform e-commerce mereka diresmikan.
Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara teknologi, manajemen modern, dan kreativitas pemasaran mampu mendorong perkembangan Industri Kecil dan Menengah secara berkelanjutan.
| Pengrajin Selvi Aluminium di Palembang, Mengubah Keterbatasan Menjadi Peluang Lewat Digitalisasi |
|
|---|
| Sentra Tempe Bima Palembang, Transformasi Digital untuk Rasa yang Makin Mendunia |
|
|---|
| Juarai Olimpiade Palcomtech, Marsya Vianka Dapat Hadiah Biaya Kuliah Ditanggung hingga 100 Persen |
|
|---|
| Transformasi Digital : Meningkatkan Efisiensi Produksi & Pemasaran Pengrajin Batu Bata di Banyuasin |
|
|---|
| Siswa PalComTech Cabang Opi Mal Belajar Pemberitaan di Graha Tribun |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/wajan-banyuaisn.jpg)