Berita Pendidikan

Kunjungi Balai Bahasa Sumsel, Mahasiswa Ilkom Tingkatkan Kreativitas Visual dan Kepedulian Berbahasa

Mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan mengenai desain komunikasi yang kreatif dan berkarakter.

Tayang:
Dokumen Pribadi/Dok. Molly Kurnia, UIN Raden Fatah Palembang
BALAI BAHASA - Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang melakukan kunjungan akademik ke Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka memperkuat pemahaman tentang sinergi desain visual dan pemartabatan bahasa Indonesia serta pelestarian bahasa daerah, sebagai upaya membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan berakar pada identitas bangsa di era komunikasi digital. 

(Ditulis oleh Molly Kurnia, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang)

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang melaksanakan kegiatan kunjungan akademik ke Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dengan mengusung tema “Kreatif Generasi Muda dalam Desain Visual dan Upaya Pemartabatan Bahasa Indonesia serta Pelestarian Bahasa Daerah”.

Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran langsung bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana bahasa dan desain visual dapat bersinergi dalam praktik komunikasi publik.

Acara diawali oleh sambutan ketua pelaksana yaitu Shakillah Andyni dan dilanjutkan sambutan oleh Putri Citra Hati M.Sos., selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Desain Public Relation.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya kreativitas yang tetap berpijak pada identitas bangsa.

“Desain visual bukan hanya soal estetika, tetapi bagaimana kita menyampaikan pesan yang bermartabat dan mencerminkan jati diri Indonesia,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Desi Ari Pressanti, S.S., M.Hum., yang sekaligus membuka kegiatan secara resmi.

Ia menyampaikan apresiasi mendalam terhadap antusias mahasiswa.

“Generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga martabat bahasa."

'Melalui kegiatan seperti ini, saya berharap lahir ide-ide kreatif yang tetap berakar pada nilai bahasa Indonesia dan bahasa daerah,” tuturnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh beberapa narasumber dari Balai Bahasa.

Mereka menyampaikan wawasan mulai dari desain visual, pemartabatan bahasa negara, hingga strategi pelestarian bahasa daerah di era digital.

Para mahasiswa tampak antusias menyimak dan berpartisipasi aktif dalam sesi tanya jawab.

Salah satu narasumber menekankan bahwa, “Bahasa adalah cermin budaya. Jika generasi muda tidak merawatnya, maka kita kehilangan sebagian dari jati diri kita”.

Suasana semakin hidup ketika permainan “Rangking 1” digelar.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved