Pilkada Banyuasin 2024

Pilkada Banyuasin Bakal Sengit, Rilis LKPI: Elektabilitas Slamet Ungguli Askol Selisih 5,2 Persen

pertarungan Askolani-Netta Indian atau ASTA dengan Slamet Somosentono-Alfi Rustam atau SELFI diprediksi bersaing ketat.

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz
HANDOUT
Pertarungan Askolani-Netta Indian atau ASTA dengan Slamet Somosentono-Alfi Rustam atau SELFI diprediksi bersaing ketat di Pilkada Banyuasin 2024. 

Pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuisioner, sementara kendali kualitas dilakukan secara acak terhadap 20 persen dari total sampel oleh supervisor. 

Dikatakan, hasil survei menunjukan bahwa di Kabupaten Banyuasin masyarakat yang diwakili responden yang tahu akan adanya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024 mencapai 75,7 persen. Sedangkan menyatakan tidak tahu sebanyak 24,3 persen responden. 

"Sebanyak 81,5 persen responden akan memberikan suaranya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Banyuasin, 10,6 persen responden mengatakan tidak akan memberikan suara dalam pemilu ini, dan 7,9 persen belum tahu," ujarnya.

 

Teras Indonesia Kaji Survei LSI Dua Calon Kuat Bersaing di Banyuasin  

Sebelumnya, hasil Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan 2 calon kuat akan bersaing Pilkada Banyuasin. Keduanya merupakan petahana bupati dan wakil, Askolani Jasi dan Slamet Soemosentono. Meski nama penjabat Bupati Banyuasin muncul, peluangnya kecil.

Teras Indonesia (Indonesia Democracy Study Center) mengkaji hasil survei yang dilakukan periode 4-15 Mei 2024. 440 responden ditanyai, margin error plus minus 4,8 persen dan menggunakan metode Multistage Random Sampling.

"Hasil survei menunjukkan 3 calon kuat Bupati Banyuasin yaitu Askolani Jasi 63,9 persen, Slamet Somosentono 29,3 persen dan Hani Syopiar 1,6 persen. Hasil itu posisi dukungan jika pilkada dilakukan saat ini," ujar Direktur Eksekutif Teras Indonesia Haekal Al Haffafah, Sabtu (25/5/2024).

Menurutnya, persentase dukungan terhadap Askolani masih tinggi. Dari hasil survei itu, popularitas mantan Bupati Banyuasin itu mencapai 95,2 persen, sedangkan mantan wakilnya 78,4 persen. Sementata akseptabilitasnya cukup bersaing, Askolani 94,7 persen, sedangkan Slamet 93,9 persen.

"Terkait elektabilitas, Askolani mendapat 55,2 persen dan Slamet Somosentono 21,8 persen. Dari nama-nama yang muncul, 2 ini yang akan bertarung. Kemungkinan ada paslon lain akan sangat kecil," kata Dosen Fisip Unsri ini.

Tingginya angka survei tersebut karena suksesnya program Askolani-Slamet saat menjadi bupati dan wakil bupati. Responden menilai program Banyuasin Sehat mencapai 78,4 persen, Banyuasin Cerdas 74,1 persen dan Banyuasin Religius 67,7 persen.

Melihat keberhasilan tersebut, Haekal menyebut bahwa program tersebut dapat diklaim kedua pihak. Namun, biasanya masyarakat menilai peran bupati lebih aktif dibandingkan wakilnya.

"Semua program merupakan hasil kerja pasangan bupati-wakil bupati, tapi nanti masyarakat yang akan menentukan memilih siapa," ungkapnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved