Pilkada Banyuasin 2024

Pilkada Banyuasin Bakal Sengit, Rilis LKPI: Elektabilitas Slamet Ungguli Askol Selisih 5,2 Persen

pertarungan Askolani-Netta Indian atau ASTA dengan Slamet Somosentono-Alfi Rustam atau SELFI diprediksi bersaing ketat.

Tayang:
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz
HANDOUT
Pertarungan Askolani-Netta Indian atau ASTA dengan Slamet Somosentono-Alfi Rustam atau SELFI diprediksi bersaing ketat di Pilkada Banyuasin 2024. 

SRIPOKU.COM - Jelang pendaftaran pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati ke KPU, pertarungan antara bakal calon bupati dan wakil bupati Banyuasin ada Askolani-Netta Indian atau ASTA dengan Slamet Somosentono-Alfi Rustam atau SELFI diprediksi bersaing ketat.

Seperti diketahui kedua calon bupati Banyuasin 2024 ini tadinya merupakan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Banyuasin 2018-2023.

Askolani yang juga Ketua DPC PDIP Banyuasin kala itu sebagai Bupatinya dan wakilnya Slamet Soemosentono yang juga Ketua DPC Partai Gerindra Banyuasin disebut-sebut akan bersaing ketat di Pilbup Banyuasin 2024.

Dalam rilis yang disampaikan Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) yang melakukan riset opini publik mengenai persepsi masyarakat Banyuasin, Sumatera Selatan, terhadap Pilkada Banyuasin 2024 yang berlangsung pada 28 Juli 2024-5 Agustus 2024. 

Hasil survei menunjukkan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Slamet Somosentono-Alfi Rustam mengungguli rivalnya Askolani-Netta.

Salah satunya seperti terlihat dalam simulasi dengan pertanyaan tertutup ketika responden ditanyakan dari bakal dua pasangan Bupati dan Wakil Bupati yaitu Askolani-Netta Indian jika berhadapan dengan pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam pasangan mana yang akan dipilih masyarakat?

"Hasilnya pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam unggul hingga 57,2 persen tingkat keterpilihannya sedangkan Askolani-Netta Indian hanya dipilih sebanyak 33,1 persen dan selebihnya 9,7 tidak memilih," kata Direktur Eksekutif LKPI Togu Lubis dalam keterangannya, Rabu (7/8/2024).

Togu menyatakan, tingkat popularitas dan akseptabilitas bakal calon juga diuji. Perihal ini, memberikan beberapa nama kandidat bupati dengan menanyakan seberapa dikenal dan diterima nama kandidat di masyarakat. 

Hasilnya, tingkat pengenalan masyarakat terhadap bakal calon Askolani memang lebih tinggi dari Slamet Somosentono. Di mana tingkat popularitas Askolani mencapai 88,2 persen dan Slamet Somosentono hanya 78,8 persen. 

"Namun, sisi kesukaan dan penerimaan oleh masyarakat Kabupaten Banyuasin sebagai Bupati, Slamet Somosentono jauh lebih tinggi dari Askolani. Di mana tingkat akseptabilitasnya mencapai 89,8 persen sedangkan Askolani hanya 42,2 persen," kata Togu.  

Survei juga menguji tingkat elektabilitas dengan simulasi head to head antara pasangan Askolani-Netta Indian dengan pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam. Hasilnya, pasangan Slamet Somosentono-Alfi Rustam berada di urutan teratas dengan 47,9 persen dengan Askolani-Netta Indian sebanyak 42,7 persen dan yang belum menentukan pilihan sebanyak 9,4 persen. Artinya unggul selisih 5,2 persen.

Tugu mengungkapkan, korelasi antara tingkat Popularitas dan Akseptabilitas bakal Calon Bupati Banyuasin terhadap tingkat elektabilitas juga ditemukan dalam survei. Di mana dalam simulasi pertanyaan terbuka kepada responden, siapa yang akan dipilih sebagai Bupati Banyuasin antara Askolani dan Slamet Somosentono?

"Hasilnya Askolani hanya dipilih sebanyak 38,4 persen dan Slamet Somosentono dipilih sebanyak 47,6 persen, dan 14 persen belum menentukan pilihan," kata Togu.

Ketika dilakukan pertanyaan tertutup mendalam, permasalahan tersebut menyebabkan rendahnya tingkat penerimaan dan kesukaan masyarakat pada Askolani. Dalam hal popularitas Askolani walaupun sangat tinggi namun masuk kategori popularitas perceived (terkenal tapi tidak disukai).

Sementara itu, Togu mengungkapkan, survei dilakukan terhadap 1000 orang yang dipilih menggunakan metode multistage random sampling dengan margin of error survei sebesar 3,5 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen. Para responden merupakan penduduk Banyuasin dengan usia di atas 17 tahun atau yang telah menikah. 

Pengambilan data dilakukan dengan wawancara tatap muka menggunakan kuisioner, sementara kendali kualitas dilakukan secara acak terhadap 20 persen dari total sampel oleh supervisor. 

Dikatakan, hasil survei menunjukan bahwa di Kabupaten Banyuasin masyarakat yang diwakili responden yang tahu akan adanya Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati 2024 mencapai 75,7 persen. Sedangkan menyatakan tidak tahu sebanyak 24,3 persen responden. 

"Sebanyak 81,5 persen responden akan memberikan suaranya pemilihan Bupati dan Wakil Bupati di Kabupaten Banyuasin, 10,6 persen responden mengatakan tidak akan memberikan suara dalam pemilu ini, dan 7,9 persen belum tahu," ujarnya.

 

Teras Indonesia Kaji Survei LSI Dua Calon Kuat Bersaing di Banyuasin  

Sebelumnya, hasil Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan 2 calon kuat akan bersaing Pilkada Banyuasin. Keduanya merupakan petahana bupati dan wakil, Askolani Jasi dan Slamet Soemosentono. Meski nama penjabat Bupati Banyuasin muncul, peluangnya kecil.

Teras Indonesia (Indonesia Democracy Study Center) mengkaji hasil survei yang dilakukan periode 4-15 Mei 2024. 440 responden ditanyai, margin error plus minus 4,8 persen dan menggunakan metode Multistage Random Sampling.

"Hasil survei menunjukkan 3 calon kuat Bupati Banyuasin yaitu Askolani Jasi 63,9 persen, Slamet Somosentono 29,3 persen dan Hani Syopiar 1,6 persen. Hasil itu posisi dukungan jika pilkada dilakukan saat ini," ujar Direktur Eksekutif Teras Indonesia Haekal Al Haffafah, Sabtu (25/5/2024).

Menurutnya, persentase dukungan terhadap Askolani masih tinggi. Dari hasil survei itu, popularitas mantan Bupati Banyuasin itu mencapai 95,2 persen, sedangkan mantan wakilnya 78,4 persen. Sementata akseptabilitasnya cukup bersaing, Askolani 94,7 persen, sedangkan Slamet 93,9 persen.

"Terkait elektabilitas, Askolani mendapat 55,2 persen dan Slamet Somosentono 21,8 persen. Dari nama-nama yang muncul, 2 ini yang akan bertarung. Kemungkinan ada paslon lain akan sangat kecil," kata Dosen Fisip Unsri ini.

Tingginya angka survei tersebut karena suksesnya program Askolani-Slamet saat menjadi bupati dan wakil bupati. Responden menilai program Banyuasin Sehat mencapai 78,4 persen, Banyuasin Cerdas 74,1 persen dan Banyuasin Religius 67,7 persen.

Melihat keberhasilan tersebut, Haekal menyebut bahwa program tersebut dapat diklaim kedua pihak. Namun, biasanya masyarakat menilai peran bupati lebih aktif dibandingkan wakilnya.

"Semua program merupakan hasil kerja pasangan bupati-wakil bupati, tapi nanti masyarakat yang akan menentukan memilih siapa," ungkapnya.

 

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved