Pilkada Sumsel 2024
Akui Diserang Pengamat Politik, Asrul Panglima Pemenangan HDCU: Bukan Hal Tabu Lawan Kotak Kosong
Asrul mengakui mendapat serangan dari pengamat politik atas wacana HDCU diprediksi bakal melawan kotak kosong di Pilkada Sumsel 2024.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Panglima Pemenangan Tim HDCU (Herman Deru - Cik Ujang) Kota Palembang, Muhammad Asrul Indrawan mengakui mendapat 'serangan' dari pengamat politik atas wacana HDCU diprediksi bakal melawan kotak kosong di Pilkada Sumsel 2024.
Sebab Ketua PW GPK Sumsel ini menyimpulkan jika acuannya hanya survei, hanya HDCU yang mampu bertarung di Pilkada Sumsel 2024.
"Fenomena kotak kosong yang sedang hits di Pilkada Sumsel saat ini. Suka tidak suka lawan kotak kosong itu bukan suatu hal yang haram dan bukan suatu hal yang tabu. Biar masyarakat juga melek itu sesuai dengan undang-undang peraturan KPU yang dibuat itu dibolehkan," ungkap Muhammad Asrul Indrawan, Senin (1/7/2024).
Beberapa pengamat politik dan juga tim rivalnya HDCU menyangkal wacana bakal terjadinya hanya satu pasang calon alias melawan kotak kosong di Pilgub Sumsel 2024 nanti.
Bahkan ada yang menyebut wacana tersebut hanyalah halusinasi dari tim HDCU. Sebab mereka meyakini dari 75 kursi DPRD Sumsel, masih terbuka lebar untuk koaliasi pengusung bakal calon pasangan selain HDCU.
Seperti diketahui syarat minimal 20 persen kursi alias minimal 15 kursi DPRD Sumsel untuk bisa mengusung satu pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur nantinya.
Jadi kalau ada orang yang mengatakan itu membuat matinya demokrasi atau membuat sesuatu itu menjadi terlalu dini menilai itu, sah-sah saja dan itu tidak dilarang kalua ada satu calon di Pilkada, gubernur Sumsel khususnya.
"Persoalannya kecenderungan partai dan saya yakin semua partai itu cenderung selalu menilai dari survei calon," tegas Asrul.
Menurut Ketua DPD ADO Sumsel, baik kader sendiri maupun dari bukan kader. Keuntungan HDCU magnet yang dibuat dia surveinya memang tinggi sekali sehingga persaingan yang beredar hari ini sulit untuk mengejar dan terlalu jauh jaraknya.
"Jarak antara calon-calon yang ada sekarang yang ingin maju ini tidak mampu mengejar," katanya.
Sehingga bagaimanapun juga parpol itu selain kader, juga mengacu pada survei. Sesuatu yang diceritakan bahwa tidak boleh ada kotak kosong, harus demokrasi, harus berjalan sesuai dengan keinginan masyarakat.
"Padahal harus kita sadari partai politik itu adalah aspirasi dari masyarakat. Dan melawan kotak kosong atau calon tunggal itu tidak dilarang oleh undang-undang," jelasnya.
Sekarang tinggal masing-masing partai menilai dan partai-partai besar di Sumsel terutamanya Asrul yakin itu sedang menimbang-nimbang untuk mendukung HDCU dengan menitipkan program partai sesuai dengan aspirasi masyarakat.
Sebelumnya Asrul juga membocorkan pertemuannya dengan mantan Gubernur Sumsel H Herman Deru SH MM baru-baru ini.
Dari kesimpulan tersebut, Asrul memprediksi partai politik yang di Sumsel akan bergeser mendukung pasangan bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur HDCU kedepannya.
"Kita sudah memberikan bocoran bahwa Pak HD khususnya sudah bertemu dengan pimpinan pusat partai politik yang ada di Sumsel yang belum memberikan dukungan di Pilkada Sumsel 2024," ungkap Muhammad Asrul Indrawan.
Dipanggilnya mantan gubernur Sumsel HD dan diajak empat mata dengan para pimpinan partai tersebut kata Asrul, artinya ada kemungkinan-kemungkinan partai yang belum memberikan rekomendasi di Pilkada Sumsel 2024 ini akan bergeser dukungannya dari kader dia ke HDCU.
"Kader itu memang wajib diprioritaskan. Tapi coba lihat setiap bertanya dengan pimpinan partai yang ada di Sumsel, selalu kader diutamakan seraya melihat hasil survei. Tetap hasil survei acuannya," kata Asrul.

Baca juga: Calon Kepala Daerah Perlu Program Khusus Terarah Menyentuh Masyarakat, Jelang Pilkada Serentak 2024
Asrul menegaskan sementara saat ini HDCU disurvei berkali-kali ada dengan para kandidat yang akan mencalonkan di Sumsel ini terdapat jarak persentasenya jauh.
"Nah ini kan menjadi persoalan bagi partai politik yang belm memberikan rekomendasi untuk memajukan kadernya," kata Asrul.
Makanya pimpinan partai yang ada di pusat sedang menimbang-nimbang. Hal ini untuk menyamakan misi visi partai politik yang parpol tersebut kepada HDCU.
"Dan itu bila diberikan kepada HDCU parpol yang memberikan rekomendasi ini tidak salah demokrasi, tidak mati demokrasi ini. Karena representasi dari parpol itu dari masyarakat juga. Tapi kita tinggal menanggapinya seperti apa. Dari sisi mana kita tanggapi," terang Asrul.
Pelantikan 17 Kepala Daerah se-Sumsel Digelar 20 Februari 2025, Empat Lawang Lanjut di MK |
![]() |
---|
8 Kepala Daerah di Sumsel Segera Dilantik Usai MK Menolak Gugatan PHPU, Ada Ratu Dewa-Prima Salam |
![]() |
---|
Dari 11 Perkara PHPU di Sumsel, Hanya 1 yang Lanjut ke Pembuktian di MK |
![]() |
---|
Pelantikan Gubernur Sumsel 20 Februari 2025, Groundbreaking Tanjung Carat Masuk 100 Hari Kerja HDCU |
![]() |
---|
Gugatan Pilkada Sumsel Dinilai Sulit Dikabulkan MK, Pengamat Ungkap 3 Faktor Kunci Menentukan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.