Pegawai Pabrik Kertas di OKI Tewas

Sosok Ari Prabowo Pegawai Pabrik Kertas di OKI yang Tewas di Tangki Limbah, Penerima Beasiswa ATPK

Sosok Ari Prabowo korban meninggal dunia masuk ke dalam tangki limbah PT OKI Pulp and Paper Mills.

Penulis: Nando Davinchi | Editor: Yandi Triansyah
handout
Pihak perusahaan bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan serta Disnakertrans saat mengunjungi kediaman almarhum yang berada di Desa Air Hitam, Kecamatan Jejawi, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Minggu (19/5/2024) 

"Tim kita selalu mendampingi seluruh proses kepengurusan jenazah sampai selesai dan telah memberikan santunan khusus untuk pemakaman,"

"Kita juga mendorong supaya almarhum ini segera diprioritaskan untuk diberikan hak-hak kepada ahli waris, tepatnya sehari setelah pemakaman jenazah kita datang ke rumah duka," bebernya.

Dikatakan perusahaan bersama dengan BPJS Ketenagakerjaan serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) kemarin telah mengunjungi kediaman korban yang berada di Desa Air Hitam Kecamatan Jejawi Kabupaten OKI.

"Tujuan kami menyambangi rumah duka untuk menyerahkan santunan kematian akibat kecelakaan kerja secara simbolis yang diserahkan kepada istri ataupun orangtua korban selaku ahli waris," ujarnya.


Diterangkan ada 3 komponen hak yang diserahkan ke pihak ahli waris jenazah oleh BPJS Ketenagakerjaan antara lain, JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja), JHT (Jaminan Hari Tua), Dana Pensiun. Adapun santunan yang akan diberikan sebesar Rp 217.402.298.

"Dari sisi perusahaan sendiri ada peraturan terkait dengan pesangon masuk ke dalam Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) salah satunya akibat meninggal. Di luar peraturan, kami sudah serahkan santuan pemakaman dan sebagainya," jelasnya.

Sementara itu, orang tua korban ketika diwawancarai mengatakan, sangat berterima kasih atas perhatian dari pihak perusahaan selama ini.

"Kami dari pihak keluarga sangat berterima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada PT OKI Pulp and Paper Mills yang selama ini telah mendidik anak kami, hingga memberikan pekerjaan,"

"Namun sangat disayangkan takdir Allah berkata lain, sehingga anak kami mengalami musibah dalam melakukan pekerjaannya," pungkasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved