OPINI: Menyongsong Indonesia Emas Tahun 2045
Indonesia Emas tahun 2045 merupakan Visi Indonesia kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Oleh: Prof. Nurlina T Muhyiddin, MS, Ph.D
Guru Besar Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya
SRIPOKU.COM -- Indonesia Emas tahun 2045 merupakan Visi Indonesia kedepan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045.
Indonesia Emas adalah Indonesia yang memiliki Generasi Emas atau generasi masa depan yang mempunyai peran sangat strategis dalam mensukseskan Pembangunan Nasional.
Untuk mewujudkan ‘mimpi’ ini, Indonesia menghadapi Megatrend Global yaitu terjadi perubahan besar dalam aspek: (a) demografi, (b) urbanisasi, (c) teknologi, (d) perubahan geoekonomi, geopolitik, iklim, persaingan antara negara untuk mendapatkan sumber daya alam, dan (e) meningkatnya kelas pendapatan menengah (middle income class).
Jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2021: 272 juta jiwa, tahun 2023: 273 juta jiwa dan diperkirakan akan meningkat pesat menjadi 305 juta jiwa pada tahun 2035 (proyeksi PBB).
Jumlah penduduk merupakan sumberdaya pembangunan ekonomi dan pembangunan nasional bila rasio ketergantungan (dependency ratio) rendah.
Rasio ketergantungan adalah proporsi antara penduduk usia non produktif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas) dengan penduduk usia produktif (15-64 tahun).
ketergantungan Indonesia tahun 2012-2022 menunjukkan trend yang terus menurun dari 52,15 persen pada tahun 2012 menjadi 44,7 persen pada tahun 2020.
Rasio ketergantungan yang menurun menunjukkan indikasi sebuah negara melepaskan diri dari kategori sebagai Negara Sedang Berkembang dan akan masuk ke dalam kategori Negara Maju.
Penurunan angka ini tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah menurunkan angka kelahiran total atau total fertility rate (TFR) melalui program Keluarga Berencana dengan slogan NKKBS (Norma Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera).
Era tahun 1980-1990 TFR masih relative tinggi: 4,68 pada tahun 1980 dan 3,33 pada tahun 1990. TFR Indonesia tahun 2020 telah mendekati angka 2 yakni: 2,18.
Angka ini menunjukkan rata-rata bayi yang dilahirkan seorang ibu berkisar 2 sampai 3 bayi. Keberhasilan penurunan TFR menunjukkan keberhasilan meningkatkan kesehatan masyarakat, implikasinya adalah keberhasilan meningkatkan Human Development Index (HDI); dari 69,0 tahun 2010, menjadi 70,80 pada tahun 2020.
Keberhasilan ini, disikapi oleh sebagian masyarakat untuk berurbanisasi ke kota dalam upaya mencari penghidupan yang lebih baik. Akibatnya jumlah penduduk perkotaan semakin banyak, tahun 2015: 53 persen, tahun 2020: 56,7?n diprediksi menjadi 64,6 persen pada tahun 2035.
Mampukah Indonesia menghadapi Megatrend Global. Pertanyaan ini terkait dengan kategori World Data bahwa Indonesia sekarang ini masih termasuk kelompok negara berkembang karena factor pertumbuhan penduduk yang tinggi walaupun HDI (human development Index) Indonesia tinggi.
Ada 4 faktor yang perlu diperhatikan agar Indonesia Emas 2045 dapat diwujudkan yaitu: (a) kualitas manusia, (b) ketersediaan infrastruktur, (c) kualitas kelembagaan dan (d) kebijakan pemerintah.
| Soal Ulangan Seni Rupa Kelas 4 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
| Soal Ulangan Seni Rupa Kelas 6 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap Kunci Jawaban |
|
|---|
| Soal Ulangan SBdP Kelas 1 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban |
|
|---|
| Soal Ulangan SBdP Kelas 2 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban |
|
|---|
| Soal Ulangan SBdP Kelas 3 SD Semester 2 Kurikulum Merdeka Tahun 2026 Lengkap dengan Kunci Jawaban |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Nurlina-T-Muhyiddin.jpg)