Resep Masakan

6 Tips Mengolah Santan agar Tidak Mudah Basi, Perhatikan Teknik Peras hingga Cara Pilih Jenis Kelapa

Berikut 6 cara mengolah santan agar tidak mudah basi, perhatikan cara memilih kelapa hingga teknik saat peras.

Penulis: pairatkhadafi | Editor: pairat
Sajian Sedap.com
6 tips mengolah santan agar tidak mudah basi. 

SRIPOKU.COM - Berikut 6 tips mengolah santan agar tidak mudah basi, perhatikan cara memilih kelapa hingga teknik saat peras.

Saat Lebaran nanti banyak menu yang dimasak berbahan santan, biasanya masakan yang berbahan santan ini akan mudah rusak atau basi.

Seperti opor, rendang, malbi, kare dan lainnya yang umumnya dimasak menggunakan santan kelapa.

Nah, agar olahan masakan berbahan dasar santan ini tidah mudah basi, kamu harus tahu bagaimana cara mengolahnya.

Sehingga masakan lebaran kamu nanti aman dan tahan lama.

Dirangkum Sripoku.com dari laman Sajiansedap.com, berikut 6 tips mengolah santan agar tidak mudah basi.

Baca juga: 9 Tips Masak Ketupat Padat dan Tidak Cepat Basi, Perhatikan Cara Isi Beras hingga Diberi Kapur Sirih

1. Pemilihan Kelapa yang Benar

Santan Kelapa.
Santan Kelapa. (https://www.health.harvard.edu/)

Kelapa untuk santan, sebaiknya kita pilih yang usianya tua

Supaya santan yang keluar betul-betul kental dan gurih.

Hal ini jelas berpengaruh untuk kekentalan kuah yang dihasilkan.

2. Seduh Parutan Kelapa dengan Air Panas

Santan biasa untuk tambahkan rasa gurih ternyata bermanfaat bagi kesehatan.

Santan biasa untuk tambahkan rasa gurih ternyata bermanfaat bagi kesehatan

Menyeduh santan dengan air panas, membuat santan yang diperoleh lebih maksimal hasilnya.

Selain itu, santan juga jadi lebih tahan lama.

3. Peras Pakai Air Hangat Kuku

Air Hangat
Air Hangat (Intisari)

Baca juga: 5 Resep Kue Basah Favorit Khas Palembang saat Lebaran, Sajian Lezat Hari Raya, Maksubah hingga Kojo

Jika Anda biasanya memeras dengan air mentah, Paryono menyarankan untuk menggunakan air hangat.

Hal ini mencegah air mentah yang tidak bersih sehingga santan mudah basi.

Biasanya ia memilih menggunakan air yang sudah dimasak sebelumnya, lalu ditunggu sampai agak hangat.

Setelah santan diperas, masak santan dengan api kecil.

Jangan lupa tambahkan sedikit garam.

Selain sebagai penyeimbang rasa, garam ini juga sebagai pengawet alami menurut Paryono.

Ya, meski memakai air matang, santan juga harus dimasak lagi supaya bisa awet lama.

4. Jumlah Air Saat Memeras Kelapa

Penggunaan air disini ditentukan oleh kekentalan kuah yang ingin dihasilkan.

Untuk masakan yang kuahnya sedang-sedang saja kekentalannya, bisa menggunakan 1 butir kelapa dan 700-1000 ml air.

Kalau ingin mendapatkan santan yang kental, dari 1 butir kelapa bisa untuk 500 ml santan saja.

Bila air seduhan di atas 1000 ml , maka akan dihasilkan santan yang encer.

Walaupun semakin kental santan akan menghasilkan kuah yang makin gurih, namun tidak semua masakan enak menggunakan santan yang terlalu kental.

Lodeh, misalnya, lebih enak menggunaan santan yang encer.

5. Teknik Peras santan

Saat hendak memeras kelapa, terlebih dahulu bersihkan kulit luar kelapa yang menempel setelah cangkang/batok.

Warna coklat, hitam dan bisa juga merah gelap ini terlebih dahulu dibersihkan dengan cara dikerok atau dikupas menggunakan pisau.

Warna kulit ini dipastikan sampai putih, karena akan memengaruhi warna putih santan nanti setelah diperas.

Teknik memeras santan pun bisa dilakukan secara manual, yakni dengan menggunakan genggaman tangan lalu disaring.

Atau menggunakan alat tradisonal, yakni kain yang bersih untuk menyaring memisahkan antara ampas kelapa dan santan murni.

Untuk mendapatkan santan yang kental, idealnya peras santan bisa dilakukan sebanyak 3 kali.

Pertama, santai akan lebih kental. Kemudian selanjutnya akan menghasilkan santan dengan sedikit cair.

Nah, ketika memasak olahan santan, kamu harus menggunakan terlebih dahulu santan encer, lalu setelah daging hampir empuk barulah menambahkan santan kental/murni (santan perasan pertama).

6. Memasukkan Santan Saat Memasak

Resep rendang ayam kentang, lembut dan meresap.
Resep rendang ayam kentang, lembut dan meresap. (Cookpad.com/Ingwan)

Baca juga: 10 Resep Kue Lebaran Paling Populer dan Mudah Dibuat, Ada Nastar, Lidah Kucing hingga Putri Salju

Masakan yang dibuat dengan santan kental dan dimasak dalam waktu lama, sebaiknya pada awal pemasakan menggunakan santan encer terlabih dahulu.

Hal itu supaya santan tidak pecah.

Santan yang pecah bukan saja tak enak dilihat, tetapi juga rasa gurihnya berkurang.

Santan kental dimasukkan di tahap akhir proses memasak.

Selama proses memasak masakan bersantan, selalu gunakan api kecil.

Itulah 6 tips yang harus kita perhatikan saat memasak hidangan bersantan agar tahan lama dan santan tidak pecah saat dimasak.

(*)

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved