Opini
Opini: Islam dan Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan salah satu nikmat yang besar dari Allah SWT untuk umat manusia.
Begitu kuat persaudaraan yang diikat dengan keimanan.
===
Kasih sayang sebagai aspek keimanan
Islam adalah agama yang mengajarkan kepada umatnya agar selalu menebarkan kasih sayang di muka bumi kepada seluruh makhluk Allah SWT.
Dalam surat At-Taubah ayat 128, Allah SWT berfirman: “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin”.
Sabda Rasulullah Muhammad SAW: “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia.” (HR. Ath-Thabrani).
Sebaliknya, Rasulullah menegaskan bahwa orang-orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang di hatinya termasuk orang-orang yang celaka.
Hal ini ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam hadisnya: “Rasa kasih sayang tidaklah dicabut, melainkan hanya dari orang-orang yang celaka.” (HR. Ibn Hibban).
Sebagai agama rahmatan lil ‘alamin atau rahmat bagi seluruh alam, Islam juga mengajarkan bahwa kasih sayang tidak hanya berlaku antar manusia, melainkan juga pada hewan, tumbuhan dan lingkungan yang ada di sekitarnya.
Diceritakan dalam suatu riwayat bahwa Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq RA berpesan kepada pasukan Usamah bin Zaid ketika memimpin suatu peperangan: “Janganlah kalian bunuh perempuan, orang tua, dan anak-anak kecil. Jangan pula kalian kebiri pohon-pohon kurma, dan janganlah kalian tebang pepohonan yang berbuah. Jika kalian menjumpai orang-orang yang tidak berdaya, biarkanlah mereka, jangan kalian ganggu”.
Nasihat ini, yang diberikan dalam keadaan perang, sungguh mencerminkan makna kasih sayang yang diajarkan oleh agama Islam.
Apalagi di saat damai seperti sekarang ini, menebarkan kasih sayang merupakan perilaku yang sangat dianjurkan dalam Islam.
Kasih sayang tidak hanya untuk manusia, melainkan juga untuk lingkungan di sekitarnya.
Dengan demikian, rasa kasih sayang merupakan buah dari keimanan dalam diri seseorang.
Iman yang bersifat abstrak sesungguhnya menjadi energi sentral yang mampu menggerakkan perilaku manusia.
Keimanan juga menjadi landasan semua aktivitas manusia dalam kehidupannya.
Untuk itu, manusia yang beriman kepada Allah SWT. sejatinya akan memiliki rasa kasih sayang yang berlimpah dalam hatinya, sehingga dapat menyayangi sesamanya dan seluruh makhluk yang ada di bumi ini. Wallahu a’lam bisshowab. (*)
===
Simak berita Sripoku.com lainnya di Google News
Yuk gabung di Grup Whatsapp resmi Sriwijaya Post buat dapat update info seputar Sumatera Selatan dan Palembang lebih cepat ! (Klik di sini)
| Memahami Mewujudkan Kodifikasi dan Univikasi Hukum Pidana. |
|
|---|
| Keberhasilan bukan Kecepatan, Melainkan Konsistensi dalam Berproses, Sebuah Renungan di Awal 2026 |
|
|---|
| OPINI: Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu |
|
|---|
| OPINI: Diskon Listrik Masih Dinanti Masyarakat Sumsel |
|
|---|
| Langkah Menuju Keadilan Pajak untuk Pedagang Online dan Offline |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Dr-Fitri-Oviyanti-MAg-Dosen-Fakultas-Ilmu-Tarbiyah-dan-Keguruan-UIN-Raden-Fatah-Palembang.jpg)