Opini
Opini: Islam dan Kasih Sayang
Kasih sayang merupakan salah satu nikmat yang besar dari Allah SWT untuk umat manusia.
Bahkan salah satu kalimat toyyibah yang selalu diucapkan oleh umat Islam ketika mengawali semua aktivitasnya melambangkan cinta atau kasih sayang dari Allah SWT, yaitu Bismillahirrohmaanirrohiim (Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang).
Kalimat toyyibah ini menggambarkan bahwa kasih sayang Allah SWT menjadi nafas dalam setiap langkah kehidupan kita.
Dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Turmudzi, “Barang siapa tidak menyayangi manusia, Allah tidak akan menyayanginya”.
Dari hadis tersebut, yang disebutkan adalah ‘manusia’ bukan hanya saudara muslim.
Oleh sebab itu, pada dasarnya dapat dipahami bahwa Islam mengajarkan kita untuk menyayangi semua manusia di bumi.
Tidak hanya pada hadits tersebut, dalam hadits lain juga diriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sekali-kali tidaklah kalian beriman sebelum kalian mengasihi”.
Kemudian mereka menjawab, “Wahai Rasulullah, semua kami pengasih”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kembali, “Kasih sayang itu tidak terbatas pada kasih sayang salah seorang di antara kalian kepada sahabatnya (mukmin), tetapi bersifat umum (untuk seluruh umat manusia” (H.R. Ath Thabra).
Hadits Rasulullah SAW. ini semakin menegaskan bahwa kosep kasih sayang dalam Islam bersifat universal, berlaku untuk semua umat manusia di muka bumi, bukan hanya sesama muslim.
===
Keutamaan menyayangi sesama manusia
Manusia merupakan makhluk yang unik, karena memiliki dua karakter sekaligus, yaitu sebagai makhluk individual dan sosial.
Sebagai makhluk individual, manusia memiliki privacy untuk memenuhi kebutuhan pribadinya.
Sementara sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri, karena selalu membutuhkan manusia lainnya untuk mempertahankan keberlangsungan hidupnya.
Sebagai makhluk sosial, manusia juga harus menjaga keharmonisan dengan sesama tanpa melihat perbedaan yang ada, baik suku bangsa, warna kulit, bentuk fidsik tubuh dan sebagainya.
| Memahami Mewujudkan Kodifikasi dan Univikasi Hukum Pidana. |
|
|---|
| Keberhasilan bukan Kecepatan, Melainkan Konsistensi dalam Berproses, Sebuah Renungan di Awal 2026 |
|
|---|
| OPINI: Stres, Kopi, Begadang: Tiga Kebiasaan Kecil yang Diam-diam Merusak Jantungmu |
|
|---|
| OPINI: Diskon Listrik Masih Dinanti Masyarakat Sumsel |
|
|---|
| Langkah Menuju Keadilan Pajak untuk Pedagang Online dan Offline |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Dr-Fitri-Oviyanti-MAg-Dosen-Fakultas-Ilmu-Tarbiyah-dan-Keguruan-UIN-Raden-Fatah-Palembang.jpg)