Perampokan Toko Emas di Pali

Perampok Berhasil Kabur, Terungkap Pelaku Sempat Umbar Tembakan Usai Gasak Emas di Pali

Perampok yang mengasak emas di Toko Fateha di Pasar Inpres Pendopo, sempat mengumbar tembakan ke udara. 

Sripoku.com/Apriansyah
Aksi perampokan toko emas Fateha di pasar Inpres Pendopo Talang Ubi Kabupaten PALI 

SRIPOKU.COM,PALI - Perampok yang mengasak emas di Toko Fateha di Pasar Inpres Pendopo, sempat mengumbar tembakan ke udara. 

Hal itu dilakukan tiga perampok untuk menghindari kejaran dari warga yang ada di pasar yang berlokasi di Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI, Sumatera Selatan (Sumsel). 

Pelaku berhasil mengambil semua emas di dalam toko, korban ditaksir mengalami kerugian sekitar Rp 2 miliar. 

"Bukan mengacungkan senjata ke atas, tapi salah satu pelaku melepaskan tembakan ke udara saat hendak kabur, setelah rampok toko emas agar tidak dikejar warga yang mulai berdatangan,"ujar Rudy, tukang parkir di sekitar lokasi Toko Mas Fateha, Rabu (1/11/2023).

Diceritakan Rudy, kejadian tersebut begitu singkat, ketika dia sedang berada di parkiran motor dia sempat melihat ketiga pelaku dengan menggunakan sepeda motor masuk ke Toko Mas Fateha.

"Yang saya lihat, salah satu pelaku begitu turun dari motor langsung menodongkan pistol ke pemilik toko, kemudian kedua pelaku lainnya langsung mengambil emas yang ada di etalase,"bebernya.

Baca juga: Usai Perampokan Toko Emas di Pali, Pedagang Resah Minta Dirikan Pos Polisi di Pasar Inpres Pendopo

Melihat kejadian tersebut, Rudy sempat panik dan secara diam-diam berusaha mencari petugas keamanan di sekitar lokasi, namun tidak ia dapati.

Saat kembali lagi, Rudy melihat ketiga pelaku hendak pergi usai mengambil emas di dalam toko tersebut.

"Saat pelaku akan pergi, pemilik toko Budi dan Asma berteriak sehingga warga berdatangan mendengar ada keributan. Salah satu pelaku melepaskan tembakan ke udara agar tidak dikejar warga dan kabur ke arah depan arah terminal,"ungkapnya.

Hal tersebut juga dibenarkan oleh David, pemilik Toko Emas Makmur yang berada tak jauh dari Toko Emas Fateha.

"Kalau kejadian awalnya saya tidak tahu secara pasti karena berada di dalam toko, saya keluar ketika mendengar suara orang ribut-ribut, setelah itu terdengar suara tembakan,"terangnya.

Dikatakan David, saat kejadian di dalam toko tersebut, ada Asma pemilik Toko dan Budi suaminya.

"Namun dari cerita yang saya dengar, saat kejadian Budi sedang sholat di ruangan bagian dalam toko tersebut, sementara Asma menjaga toko, dan saat pelaku akan pergi saya mendengar teriakan Budi dan Asma meminta tolong pada warga,"tuturnya.

David berharap, kasus perampokan ini segera terungkap agar tidak terjadi keresahan bagi para pedagang di pasar.

"Sebagai sesama pemilik toko emas, tentunya kita prihatin atas kejadian ini, dan kalau kasus tidak terungkap tentunya menjadi keresahan bagi kami para pemilik Toko Emas di pasar Inpres Pendopo ini," kata dia. 

Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved