Opini: Hukum Sebagai Fondasi Mencapai Tujuan Pendidikan
Kita seolah dipaksa untuk “melek” agar dapat berdaptasi dengan segala hal yang berhubungan dengan teknologi, informasi dan komunikasi.
Penulis: Muslim Nugraha, S.H., M.H.
(Peneliti Pusat Kajian Hukum Sriwijaya (SLC) dan Dosen Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya)
PENDIDIKAN adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Hal ini dijelaskan dalam peraturan perundang-undangan di Indonesia, yaitu Pasal 1 UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Paradigma adalah cara pandang atau melihat sesuatu yang hidup dalam diri seseorang dan mempengaruhi orang tersebut dalam memandang realitas sekitarnya.
Terkait dengan konsep paradigma diatas jika dikaitkan pendidikan, maka paradigma pendidikan merupakan titik acuan dalam memandang makna sebuah pendidikan sehingga setiap kegiatan pendidikan yang dilakukan dapat memenuhi tujuan dari pendidikan itu sendiri yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri.
Paradigma pendidikan itu sendiri dipengaruhi oleh perkembangan kehidupan manusia sejak zaman dahulu, hingga di zaman modern yang kini sangat dipengaruhi oleh perkembangan teknologi. Satu hal yang pasti, sudah sepatutnya masyarakat memandang pendidikan sebagai suatu hal yang “diagung-agungkan”, bahkan sejak awal kehidupan manusia baru mengenal aksara-aksara, rela berjalan berpuluh-puluh kilo dalam mencari ilmu, hingga memasuki zaman yang dimana masyarakat dapat mengakses informasi pengetahuan dengan cepat tanpa menyita banyak waktu.
Tentunya kita semua mengatahui tentang sejarah kemunculan-kemunculan para ilmuwan pada zaman dahulu yang tidak bisa kita sangkal sangat mempengaruhi sebagian besar pokok pemikiran manusia pada masa kini.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Paradigma pendidikan dari zaman dahulu sampai sekarang sudah berkembang lebih jauh dan matang, dari yang dahulu hanya bersifat peniruan kemampuan secara praktis, pemenuhan keinginan para penguasa akan kebutuhan dan ambisi politik, hingga kini yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan bagi kehidupan manusia baik yang bersifat pribadi maupun bertujuan sosial.
Jika kita ulas balik perkembangan kehidupan masyarakat maka kita dapat mendefinisikan berbagai tahapan perkembangan kehidupan masyarakat 1.0 sampai 5.0 adalah sebagai berikut: Masyarakat 1.0 (Society 1.0) didefinisikan sebagai kelompok-kelompok orang yang berburu dan berkumpul dalam hidup berdampingan secara harmonis dengan alam ; Masyarakat 2.0 (Society 2.0) adalah masyarakat yang telah mengenal budidaya pertanian, organisasi dan pembangunan ; Masyarakat 3.0 (Society 3.0) adalah masyarakat yang telah mengenal produksi dalam industri dengan puncaknya pada revolusi industri ; Masyarakat 4.0 (society 4.0) adalah masyarakat yang telah mengenal akses sebagai nilai tambah dalam mempermudah setiap bidang pekerjaan ; Masyarakat 5.0 (society 5.0) adalah penyempurnaan dari perkembangan masyarakat sebelumnya dalam tuntutan penyediaan layanan berkualitas tinggi dalam jumlah yang memadai, serba cepat dan kehidupannya yang serba nyaman.
Seiring dengan perkembangan zaman ketika manusia memasuki era dimana kita memasuki dunia yang hampir terlihat tanpa mengenal batasan ruang dan waktu. Kita seolah dipaksa untuk “melek” agar dapat berdaptasi dengan segala hal yang berhubungan dengan teknologi, informasi dan komunikasi.
Perspektif sosial budaya pada generasi muda pun mengalami perubahan besar yang menjadi momentum kemunculan era kaum millenial yang serba canggih berbau teknologi. Ketergantungan akan adanya teknologi bukanlah hal yang aneh, namun menjadi hal yang wajib demi mengikuti perkembangan kemajuan zaman. Alat-alat teknologi, informasi, dan komunikasi pun kian berkembang lebih kompleks dan unik. Dengan mengiringi perkembangan yang sangat pesat tersebut, akhirnya mengantarkan kita menuju era society 5.0.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Melalui society 5.0 juga diharapkan dapat meningkatkan kegiatan ekonomi sosial masyarakat. Peranan teknologi, informasi, dan komunikasi yang memberikan ruang besar dalam penggunaan kecerdasan buatan yang lebih dikenal dengan Artificial Intelligence (AI) melahirkan pembelajaran berbasis teknologi, dan platform digital, dan pengembangan keterampilan teknologi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan masa depan.
Era Society 5.0 ini memberikan dampak tersendiri yang cukup signifikan di bidang pendidikan yang menjelma menjadi “Education 5.0”. Kompleksitas masalah pendidikan di masa sekarang ini sangat bergantung kepada bagaimana paradigma dalam suatu pendidikan yang mencakup makna pendidikan, tujuan pendidikan, dan semua hal-hal lain yang berhubungan dengan pendidikan tersebut. Perbedaan cara pandang dari setiap tahapan society mempengaruhi tujuan, pola, dan hasil pembelajaran yang dicapai.
Education 5.0 menekankan pentingnya pengembangan sifat kemanusiaan, dan kontribusi pada masyarakat yang keberlanjutan. Dalam hal ini dunia Pendidikan mempunyai peranan penting, karena sangat diharapkan dapat menjangkau tempat atau desa terpencil untuk mengatasi kesenjangan terhadap pelayanan pendidikan dan teknologi yang diberikan kepada masyarakat luas. Peran peseta didik dinilai harus lebih aktif, independen, kreatif, dan innovatif. Sedangkan peran pendidik menjadi layaknya seorang penasehat yang selalu siap memberikan arahan dan memonitoring peserta didik dalam mengembangkan kreativitasnya sehingga guru menjadi salah satu sumber referensi mereka sendiri.
Antara Hukum dan Tujuan Pendidikan
Sudah bukan pengetahuan yang baru bahwa dalam setiap kehidupan masyarakat pasti akan bersinggungan dengan hukum dan peraturan-peraturan. Mengapa tidak, sejak awal kehidupan bermasyarakat, manusia sudah dibiasakan dengan interaksi sesama manusia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Muslim-Nugraha.jpg)