Mimbar Jumat
Mimbar Jumat: Memaknai Agama: Ritual atau Spiritual?
Menjalankan agama harus melakukan ritual dan merasakan spiritualitas sekaligus.
Sangat disarankan agar setiap pengajaran agama dalam berbagai bentuknya termasuk pengajaran agama di sekolah, madrasah, majelis taklim, dan berbagai forum pengajian agar memastikan konten pengajaran Islam bermuatan materi untuk menguatkan spiritualitas beragama. Sangat berbahaya jika pengajaran Islam justru didominasi konten eksoteris semata dan menafikan sisi-sisi spiritualitas-esoteris. Produk institusi dan lembaga pengajian Islam harus mampu memberikan dampak pada peserta pengajian (murid/jama’ah) menjadi alim dan ‘adib sekaligus. Sosok keluaran pendidikan Islam dengan berbagai bentuknya, termasuk majelis taklim di masyarakat harus dapat membentuk jama’ah menjadi berilmu dan beradab.
Majelis ilmu dan majelis zikir harus dilihat sebagai dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan. Ilmu dan adab adalah kesatuan keberagamaan yang tidak boleh dipisahkan. Ketinggian ilmu yang tidak diikuti dengan keluhuran budi, kebaikan pekerti, dan ketinggian akhlak adalah kosong di sisi Tuhan. Bahkan tujuan primer dari tugas kenabian Muhammad SAW adalah untuk menegakkan adab dan akhlak manusia.
Era modern dengan fenomena globalisasi yang menawarkan berbagai pilihan gaya hidup, membutuhkan kekuatan spiritual untuk menangkal dampak buruk globalisasi. Kekuatan spiritualitas akan menjadi semacam benteng yang efektif untuk menjaga generasi muda Indonesia agar mampu berdiri tegak sebagai manusia modern, cerdas, dan sekaligus memiliki mentalitas agama yang mendalam di relung hatinya. Mereka adalah sosok generasi penerus yang menyadari bahwa pikiran dan gerak badannya terbimbing oleh ruh suci yang bersemayam di dalam tubuhnya sebagai diri sejati. Wallahu a’lam bi al-shawwab.***
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Abdurrahmansyah3-Abdurrahmansyah2-Abdurrahmansyah1-Abdurrahmansyah.jpg)