Opini: Mudik Dalam Konteks Budaya dan Agama

Bersilaturahmi memang sudah menjadi perintah agama, sehingga perlu rasanya untuk bertemu fisik saling bertatap muka saling berkomunikasi bertukar...

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
H Albar Sentosa Subari SH, MHum (Ketua Pembina Adat Sumsel) 

Sehingga untuk mengatur arus lalu lintas diperlukan sarana yang memadai oleh pemerintah.

Kalau kita kaji di mana konteks agama nya, tentu salah satunya adalah untuk saling bertemu satu sama lain guna bersilaturahmi dengan keluarga baik dengan keluarga yang telah meninggal dunia terbukti saat Idhul Fitri menjadi tradisi global bagi mereka yang mau berziarah. Dan ini pula sebenarnya daya tarik anggota masyarakat untuk kembali pulang kampung atau mudik tersebut.

Selain itu guna bersilaturahmi dengan keluarga tetangga dekat dengan mengucapkan salam dan melakukan berjabat tangan saling minta maaf satu sama lain.

Bersilaturahmi memang sudah menjadi perintah agama, sehingga perlu rasanya untuk bertemu fisik saling bertatap muka saling berkomunikasi bertukar pengalaman dan informasi, serta saling menikmati hidangan Idhul Fitri.

Kalau dibeberapa daerah baik di kota maupun di dusun masih terbudaya dengan saling kunjung mengunjungi dari satu rumah ke rumah yang lain. Dalam bahasa Palembang disebut SANJO SANJOAN.

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Walaupun sebenarnya setelah majunya teknologi informasi dan komunikasi yang dapat menggantikan usaha saling memaafkan bertemu pandang bisa melalui aplikasi di media online, tapi itu sepertinya kalau tidak memungkinkan untuk mudik belum bisa menjawab kerinduan atau bersilaturahmi saat Idhul Fitri ataupun Idhul Adha. Karena memang ciri masyarakat hukum adat yang masih melekat adalah sifat religius, komunal, dan kongkit.

Religius di dorong oleh rasa wajib bersilaturahmi.

Komunal masyarakat hukum adat masih merasa satu sama lain masih dalam satu ikatan genealogis dan teritorial.

Kongkrit sifat masyarakat hukum mengutamakan hubungan langsung fase to fase, tidak dapat digantikan oleh sarana modern, kalau kondisi nya tidak terpaksa.

Demikianlah beberapa catatan singkat tentang tradisi mudik saat Idhul Fitri ataupun Idhul Adha serta hari besar lainnya bagi umat lain nya, dari kajian budaya dan kajian agama. Mudah mudahan bermanfaat. Selamat lebaran semoga Allah menerima amal kita bersama. TAQOBBALALALAH HU MINNA WA MINKUM.

Semoga Allah menerima amal ku dan amal kalian.

Update COVID-19 28 April 2023.
Update COVID-19 28 April 2023. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved