Breaking News

Opini: Transmart Tutup: Kedepan Kemungkinan Akan Ada yang Menyusul

Lebih kurang 2 (dua) tahun Mal tutup, barang-barang di etalase Mal pada jamuran, singkat kata tidak kecil kerugian ekonomi yang timbul timbul.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/Istimewa
Amidi (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang dan Pengamat Ekonomi Sumatera Selatan) 

Oleh: Amidi
(Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Palembang dan Pengamat Ekonomi Sumatera Selatan)

SELAMA Pandemi melanda negeri ini, termasuk daerah ini, hampir semua unit bisnis “tiaraf” alias macet. Ada yang tidak beropersi sama sekali, ada yang stagnan dan tidak sedikit unit bisnis tersebut colaps.

Dampak pandemi tersebut sempat memporak porandakan sendi-sendi perekonomian, lebih kurang 2 (dua) tahun Mal tutup, barang-barang di etalase Mal pada jamuran, singkat kata tidak kecil kerugian ekonomi yang timbul. Begitu juga dengan karyawan, ada yang dirumahkan, ada yang dilakukan Pemutusan hubungan Kerja (PHK), sehingga mengikis pendapatan mereka dan atau hilangnya sumber pendapatan mereka.

Tidak sedikit unit bisnis di negeri ini yang terpaksa tutup atau colaps. Di Palembang sendiri sebelumnya sudah ada beberapa gerai dan atau unit bisnis yang tutup, seperti Giant Kenten, Giant Plaju, Ramayana di Komplek Ilir Barat Permai Palembang dan beberapa unit bisnis lain.

Baru-baru ini kita dihebohkan dengan tutupnya gerai Trasmart yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung. Vice President Corporate Communication Transmart Satria Hamid, mensinyalir bahwa gerai-gerai Transmart yang tak mampu bertahan mau tidak mau harus ditutup. Lebih lanjut dikatakannya bahwa sepanjang tahun 2022 tercatat sebanyak 12 gerai Transmart yang ditutup secara permanen, terbanyak di Jakarta dan Batam, namun di tahun 2023 belum ada laporan penutupan. (okezone, 1 Pebruari 2023)

Benarkah tutupnya gerai atau unit bisnis tersebut semata-mata karena dampak pandemi?. Jawabnya tidak, ada beberapa faktor lain yang melatarinya. Saya melihat sebelumnya para pelaku bisnis tersebut sudah melakukan berbagai langkah termasuk perang discount, namun saya belum melihat unit bisnis yang tutup tersebut melakukan inovasi-inovasi baru dan melakukan evolusi yang luar biasa.

Kemudian faktor lain penyebab tutupnya unit bisnis tersebut, karena saat ini mulai marak unit-unit bisnis modern yang belakangan ini berlomba-lomba menambah atau membuka cabang unit bisnisnya ke tingkat Kecamatan, kelurahan bahkan RT dalam suatu Kota , seperti di Kota Palembang ini.

Padahal sebelumnya, konsumen tahu bahwa unit bisnis modern tersebut hanya berada dalam Mal dan biasanya berdampingan dengan Supermarket atau hypermarket (Hypermart, Transmart, Carefeour, dan lainnya), unit bisnis modern tersebut seperti KFC dan lainnya itu.

Dengan keluarnya atau dibukanya unit bisnis modern tersebut di luar Mal, maka konsumen boleh jadi tidak perlu lagi berkunjung ke Mal, kecuali sekali-sekali saja bila dibutuhkan. Dengan demikian pula berarti kunjungan konsumen ke gerai Supermarket atau Hypermarket tersebut menyusut, sehingga wajar kalau pengunjung Transmart pun berkurang yang menyebabkan menajemen Transmart menutup gerai-nya tersebut.

Beberapa tahun setelah dibukanya Mal, seperti di Palembang. Pengunjung Mal memang ramai dan luar biasa, bahkan Mal masih tergolong suatu tempat berbelanja sambil wisata (wisata belanja), parkir saja sulit, saking ramainya pengunjung. Namun, belakangan ini, pengunjung Mal mulai berkurang dan cendrung sepi. Tidak sedikit gerai-gerai di dalam Mal kosong, tidak ada penyewanya dan atau penyewanya tidak melanjutkan kembali.

Apalagi saat ini memang sudah banyak unit bisnis yang biasanya terdapat di dalam Mal, kini sudah membuka cabang atau mengembangkan bisnisnya ke luar Mal. Seperti di Jalan Ahmad Yani kawasan Plaju, sudah ada KFC, sudah ada Richeese, sudah ada FHD, sudah ada Hoka Bento, sudah ada JM Plaju, sudah ada gerai HP, sudah ada gerai sepatu, sudah gerai baju, dan lainnya. Begitu juga dikawasan lain didalam Kota Palembang, hampir sudah dikepung oleh unit bisnis-unit bisnis tersebut. Termasuk Alfamart dan Indomaret pun ikut mengepung, sebelumnya Alfamart dan Indomaret hanya kita temui di jalan-jalan besar dan ditempat strategis saja, kini Alfamart dan Indomaret sudah ada dimana-mana, ditingkat RT pun ada Alfamart dan Indomaret, termasuk di desa-desa sudah ada Alfamart dan Indomaret.

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Dengan demikian pula, wajar kalau pengunjung Supermarket atau Hypermarket,seperti, Trasnmart tersebut berkurang, dan perlu diketahui pula, bukan hanya Transmart yang menerima imbas turunnya pengunjung atau turunnya jumlah konsumen/pembeli dengan adanya unit-unit bisnis yang berlomba-lomba membuka bisnisnya di tingkat Kecamatan tersebut, tetapi unit bisnis lain yang ada dalam Mal tersebut pun juga akan kena imbasnya. Dengan demikian pula, bukan tidak mungkin justru Mal nya sendiri yang akan tutup.

Sebetulnya langkah yang dilakukan pelaku bisnis dengan membuka unit bisnisnya ditingkat Kecamatan dalam Kota Palembang tersebut sudah tergolong tindakan inovasi bisnis yang mereka lakukan. Mereka tahu betul kalau konsumen itu perlu dimanjakan, diberi kemudahan, sehingga mereka merasa perlu membuka gerai atau unit bisnis dekat dengan lokasi pemukiman konsumen, karena pertimbangannya apabila konsumen mau pergi ke Mal dibayangi macet, sulit parkir dan butuh waktu lama. Dengan adanya unit-unit bisnis dekat dengan kawasan tempat tinggl konsumen, akan memudahkan konsumen untuk menjangkaunya.

Saya masih ingat dahulu, kalau saya mau membeli makanan siap saji, saya harus menyediakan waktu untuk pergi ke Mal, namun saat ini dengan menggunakan sepeda motor tidak perlu naik mobil (untuk menghemat) saya sudah bisa memesan atau makan ditempat, makanan siap saji yang lokasinya dekat rumah saya di Jalan Ahmad Yani Kawasan sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Palembang.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved