Sedekah Tengkat: Program Berbagi Untuk Kaum Dhuafa di Kecamatan Tebing Tinggi
Isi dari tingkatan rantang dimulai dari paling bawah menjadi tempat nasi, di bagian tengah dijadikan tempat sayur, dan yang di atas tempat lauk.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Salah satu persiapan yang harus jauh-jauh hari dilakukan adalah menentukan siapa yang akan diundang ke pesta pernikahan. Mengetahui jumlah tamu yang akan diundang untuk menentukan banyaknya porsi makanan yang harus disediakan.
Tidak heran apabila Pesta atau resepsi pernikahan selalu dipenuhi berbagai makanan dan minuman enak. Gambaran tertua dari suatu perjamuan makan berasal dari zaman Ratu Syub-ad (2600 SM). Di situ terlukis suatu pesta jamuan, para tamu raja duduk di bangku-bangku yang rendah sedang dilayani dengan piala-piala berisi anggur.
Pada masa-masa berikutnya, Raja Asyurbanipal minum dengan istrinya di taman istana kerajaan, pelayan-pelayan siap berdiri dengan kipas di tangan untuk mengipas orang-orang yang makan dan mengusir nyamuk-nyamuk yang mengganggu.
Daftar makanan yang paling tua yang masih tersimpan, adalah yang berhubungan dengan jamuan pesta yang diadakan oleh Asyurbanipal II.
Sudah menjadi budaya pesta atau resepsi pernikahan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Empat Lawang, khususnya kecamatan Tebing Tinggi pesta atau resepsi penikahan diselenggarakan dengan meriah dan dihadiri ratusan bahkan ribuan orang.
Tentu saja nasi, sayur dan lauk yang disajikan berlimpah untuk menjamu para tamu. Seringkali usai pesta atau resepsi berakhir, banyak makanan sisa yang tidak dimakan oleh tamu dan berakhir dibuang begitu saja. Hal ini lah yang mendorong pemerintah kecamatan Tebing Tinggi mengagas program sedekah.
Budaya yang tidak kalah pentingnya ketika tuan rumah pesta atau resepsi pernikahan mengantar rantang kepada keluarga atau tetangga sebelum atau sesudah pesta atau resepsi pernikahan dilaksanakan.
Mengantar rantang yang berisi makanan kepada keluarga atau tetangga sebagai simbol kehormatan.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Mereka yang dapat kiriman rantang dianggap orang-orang terhormat sebagai sesepuh, tokoh masyarakat, pejabat atau orang-orang yang ikut andil suksesnya pelaksanaan pesta atau resepsi pernikahan. Sementara disekitar kita masih ditemukan kaum dhuafa yang butuh bantuan yang layak, apalagi untuk urusan makan dan minum.
Belajar dari seorang pengantin wanita asal Benggala Barat, yang memutuskan untuk turun tangan langsung membersihkan makanan-makanan setelah pesta pernikahannya usai. Masih lengkap mengenakan gaun, perhiasan dan riasan pengantin tengah duduk di salah satu stasiun kereta dengan wadah besar berisi makanan dari pesta atau resepsi pernikahannya.
Pengantin wanita bernama Papiya Kar ini tidak mempedulikan gaun atau riasannya yang berantakan, karena membagikan makanan sisa dari pernikahannya ke daerah kumuh di stasiun Ranaghat (India).
Memaknai hakikat dari sedekah dan sejarah rantang serta masih ditemukannya warga masyarakat dikecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Empat Lawang yang hidup digaris kemiskinan sehingga sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti makan dan minum, maka digagaslah “sedekah tengkat”.
Program ini dilakukan dengan tata cara, ketua rukun tetangga (RT) akan menitipkan satu atau dua pasang bahkan lebih rantang kosong kepada mereka yang melaksanakan pesta atau resepsi perkawinan diwilayahnya dengan harapan mereka dapat mengisi rantang tersebut dengan nasi, sayur dan lauk serta menu lainnya yang menjadi
bagian dari hidangan sedekah atau resepsi pernikahan.
Rantang yang telah diisi nantinya akan diambil RT yang menitipkan rantang, lalu diberikan kepada kaum dhuafa dalam satu wilayah kelurahan melalui RT lain yang warganya berhak mendapatkan sedekah rantang yang sudah terdata dalam database kaum dhuafa yang ada di kelurahan yang telah didaftarkan oleh masing-masing RT serta disahkan secara bersama dan diketahui oleh camat Tebing Tinggi.
Untuk tahap awal masing-masing kelurahan menyiapkan dua buah rantang dan masing-masing RT mendaftarkan 1 sampai 5 warganya yang tidak mampu sebagai data mereka yang nantinya berhak menikmati program sedekah tengkat.
Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/Noperman-Subhi1-Noperman-Subhi.jpg)