Buya Menjawab

Sholat Taraweh Tidak Memperoleh Apa-apa dari Shalatnya Kecuali Capek dan Kurang Tidur

Berapa banyak orang yang melakukan sholat Taraweh tidak memperoleh apa-apa dari sholatnya itu kecuali capek dan kurang tidur saja.

Editor: Bejoroy

SRIPOKU.COM Assalamu'alaiku.Wr.Wb.
Buya, apa maksud sabda Rasulullah Saw. yang menyatakan bahwa: Berapa banyak orang yang melakukan sholat malam di bulan Ramadhan itu (Taraweh) tidak memperoleh apa-apa dari sholatnya itu kecuali capek dan kurang tidur saja.

Mohon penjelasan buyas.

Terima kasihbuya. 08316028xxxx

Wa'alaikumussalam.Wr.Wb.
Sholat, baik fardhu maupun sunnat, ada syarat sah , rukun, sunnat mu'akkad dan sunnat haiah.. Jika syarat sah dan rukun tidak terpenuhi,maka sholat tersebut tidak sah.Adarukun qalbi seperti niat (dalam hati), ada rukun qouli (ucapan ) seperti al Fatihah danada rukun fi'li (perbuatan) seperti rukuk dan tumaknina, I'tidaldan tumaknina, sujud dua kali dan tumaknina. Rukuk di raka'at pertama dan kedua dianjurkan bertasbihnya boleh 3 kali dan 11 kali , setelah membaca tasbih adasakta/ berhenti sejenak setara dengan tempo membaca subhaanallah (tapi bukan mengucapkan subhaanallah) itu yang dimaksud dengan tumaknina, begitu juga ketika I'tidal, ketika sujud, ada tumaknina. Jika tidak tumaknina maka sholatnya tidak sah. Rasulullah Saw. sangat memperhatikan rukuk dan sujud tersebut sehingga Ketika beliau melihat seorang laki-laki yang rukuknya tidak sempurna dan hanya mematuk sedikit tempat sujudnya diwaktu sholatnya, lalu Rasulullah bersabda;

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

yang artinya:"Kalau dia mati dalam keadaan (seperti) ini, maka matinya bukan dalam millah (agama) Muhammad, karena hanya mematuk dalam sholatnya sebagaimana seekor gagak mematuk darah. Umpama orang yang tidak menyempurnakan rukuknya dan mematuk di dalam sujudnya seperti orang lapar yang memakan sebutir korma atau dua butir korma, yang keduanya tidak mengenyangkan sedikitpun." (HR.Abu Ya'la, Al-Baihaqi, Ibnu Asakir dan Ibnu Khuzaimah)

Menurut Abu Hurairah ra.:"Telah melarangku kekasihku (Rasulullah Saw) mematuk di dalam sholatku sebagaimana mematuknya ayam jantan, dan menoleh sebagaimana menolehnya srigala dan duduk seperti duduknya kera."((HR.Aththoyalisi, Ahmad, Ibnu Abi Syaibah dan Alhafizh Abdulhaq Al-Asybily)

Rasulullah Saw. juga bersabda yang artinya:"Sejelek-jelek manusia ialah orang yang mencuri di dalam sholatnya", bertanya mereka (para sahabat)," Ya Rasulullah, bagaimana orang bisa mencuri di dalam sholatnya?"Sabda Rasul Saw.:"Orang yang tidak sempurna rukuk dan sujudnya."(HR.Ibnu Abi Syaibah, Ath Thobroni, Al Hakim menshahihkannya dan Adzdzahaby)

I'tidal serta tumakninah.
I'tidal adalah bangkit dari rukuk dengan posisi berdiri lurus (sempurna berdiri), adalah rukun (rukun fi'li) sebagaimana petunjuk Rasulullah Saw. kepada seorang yang tidak sempurna sholatnya: yang artinya:"Kemudian hendaklah kamu bangun sehingga kamu berdiri lurus."

Tumakninah yang dikehendaki disini adalah berdasarkan Hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Hibban di dalam Shahihnya, serta dikiaskan juga dengan duduk antara dua sujud.

Halaman
123
Sumber: Sriwijaya Post
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved