Opini
Mendidik Perilaku Agama Melalui Budaya
Di Indonesia keragaman budaya dan artikulasi kultural sangat kaya, sehingga membentuk mozaik menifestasi budaya yang amat plural.
Abdurrahmansyah
Ketua Prodi Studi Islam pada Pascasarjana UIN Raden Fatah
Di Indonesia keragaman budaya dan artikulasi kultural sangat kaya, sehingga membentuk mozaik menifestasi budaya yang amat plural.
Sebutan nusantara menggambarkan varian tradisi yang dimiliki penduduk di setiap pulau atau nusa secara berbeda-beda.
Perbedaan tradisi dan artikulasi budaya di setiap tempat oleh suku-suku bangsa di Indonesia menjadi keniscayaan dan akan terus langgeng sampai kapanpun.
Apapun upaya untuk menghilangkan tradisi dan menghapus artikulasi budaya di Indonesia adalah akan sia-sia.
Karena itu, yang perlu dilakukan adalah mewarnai dan memaknai artikulasi budaya tersebut dengan nilai-nilai baru yang lebih aktual dan kekinian.
Artikulasi budaya dengan berbagai bentuk tampilannya perlu diberikan makna dan penjelasan baru tanpa harus menghilangkan simbol dan bentuk budaya tersebut.
Dalam teori budaya ada yang disebut dengan change and continuity, bahwa sebuah budaya akan mengalami perubahan artikulasi dan akan terus berlanjut jika dianggap masih memiliki makna dan penting untuk dilanjutkan karena memiliki substansi nilai-nilai yang tinggi dan baik.
Sebuah budaya akan ditinggalkan penganutnya apabila dianggap tidak diperlukan dan tidak kontekstual dari sisi kekinian sesuai dengan pemahaman penganutnya.
Khazanah kearifan lokal yang dulu dijalankan justru sekarang sudah hilang.
Di masyarakat melayu Palembang misalnya, regulasi seperti Oendang-oendang Simboer Tjahadja justru hilang bersamaan dengan lenyapnya sistem budaya seperti sistem Marga, dan seterusnya.
Di masyarakat Melayu banyak budaya lama yang justru ditinggalkan dan diubah dengan simbolisme dengan pemaknaan yang baru.
Memahami Substansi Nilai-nilai Agama melalui Simbol Budaya
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dosen-UIN-Abdurrahmansyah.jpg)