DAMPAK Buruk Perang Rusia vs Ukraina bagi Indonesia, Harga Emas, Batubara & BBM Naik, APBN Terbebani
Berangkat dari konflik Rusia vs Ukraina ini banyak ahli pakar hubungan internasional yang melihat ini dan mengkajinya.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
Laporan wartawan Sripoku.com, Abdul Hafiz
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Berangkat dari konflik Rusia vs Ukraina ini banyak ahli pakar hubungan internasional yang melihat ini dan mengkajinya.
Salah satu problem utamanya itu adalah Ukraina itu secara geografis berbatasan langsung dengan Rusia.
Seperti diketahui sejak tahun 2008 itu negara-negara NATO, Amerika Serikat, mendorong Ukraina agar bergabung dengan NATO dan juga mendorong dengan Uni Eropa.
Dosen jurusan Hubungan Internasional Fisip Unsri, Ferdiansyah R, S.IP, M.A mengatakan kalau sudah berurusan dengan Amerika Serikat, proyek lainnya agar Ukraina itu bisa menjadi negara lebih demokratis.
Karena kita tahu Amerika politik luar negerinya selalu membawa proses demokratisasi.
"Nah ini menjadi ancaman bagi Rusia. Karena berbatasan langsung tadi. Dan juga kalau Ukraina bergabung dengan NATO, artinya negara-negara yang tergabung dengan NATO bisa menjadikan Ukraina menjadi salah satu pangkalan militer," ungkap Ferdi kepada Sripoku.com, Sabtu (26/2/2022).
Dijelaskannya, ini tentu membawa kembali Rusia ke dalam aura perang dingin karena Rusia bekas Soviet secara keamanan merasa terancam.
Belum lagi masalah demokratisasi. Kita tahu Rusia itu bukan negara demokratis.
Presiden Rusia Vladimir Putin itu sudah menjabat presiden sudah puluhan tahun.
Artinya proyek demokratisasi ini menjadi ancaman bagi Rusia.
Titik puncaknya adalah sebenarnya di Layer kedua konflik di Ukraina itu daerah Donet dan daerah timur Ukraina yang paling berbatasan langsung dengan Rusia itu secara kultur berbeda dengan daerah Kiev ibukotanya Ukraina.
Dia itu memakai bahasanya Rusia. Justru punya kedekatan dengan Rusia daerah ini. Yang menyatakan merdeka itu. Dan kemudian didukung oleh Putin.
Akhirnya inilah menjadi titik temu yang dimanfaatkan oleh Rusia kemudian karena isu keragaman melibatkan Rusia kemudian dijadikan alasan untuk menyerang kembali untuk memastikan bahwa NATO tidak akan main-main dengan mereka.
"Kita dengar alasan Putin menyerang itu, dua daerah yang merdeka ini tadi meminta bantuan Rusia agar mereka aman dari upaya Ukraina untuk kemudian membawa mereka kembali ke Ukraina," kata Ferdi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/urekosknss.jpg)