DAMPAK Buruk Perang Rusia vs Ukraina bagi Indonesia, Harga Emas, Batubara & BBM Naik, APBN Terbebani

Berangkat dari konflik Rusia vs Ukraina ini banyak ahli pakar hubungan internasional yang melihat ini dan mengkajinya.

Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Sudarwan
via Daily Mail
Sebuah ledakan terlihat pada Kamis dini hari di kota Kharkiv, Ukraina. Invasi Rusia ke Ukraina telah dimulai. Ledakan terjadi di beberapa tempat. 

Pengalaman Indonesia mengelola keberagaman terutama berujung pada konflik itu pasti akan berguna untuk disharingkan, diceritakan kepada negara-negara lain untuk kemudian menghasilkan sebuah strategi yang spesifik untuk menyelesaikan konflik ini dari sisi yang soft.

Karena kalau sanksi saya pikir tidak begitu efektif ya.

Sanksi-sanksi tadi Rusia sudah pasti punya perhitungan karena Rusia sendiri tidak begitu terkoneksi dengan forum-forum multilateral.

Dia sudah bisa dikatakan negara yang terbiasa mandiri. Dan dia punya koalisi dengan China.

Artinya kalau dunia menjauhi mereka, China bisa menjadi tetap mendukung.

Semalam di Dewan Keamanan PBB, ketika ada resolusi untuk menolak invasi ini, Rusia memveto di Dewan Keamanan. Dan China abstain tidak memberikan suara.

"Itu artinya China masih ingin menjaga baik hubungan dengan Rusia. Sanksi ekonomi bisa jadi gak begitu berarti," ujarnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved