50 Nakes di RSMH Positif Covid

Ahli Epidemiologi Minta Masyarakat Sumsel tidak Panik Meski Nanti Ada Omicron

"Dalam dua pekan ini tren kasus Covid-19 sedang meningkat. Kalau sebelumnya ada 20 an kasus, lalu jadi 100 an kasus," kata Iche.

Editor: Refly Permana
SRIPOKU.COM/ODI ARIA SAPUTRA
Ahli Epidemiologi Universitas Sriwijaya (Unsri), Iche Andriyani Liberty 

Penulis: Linda

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kasus Virus Corona di Sumsel saat ini memang sedang meningkat. Bahkan menurut Ahli Epidemiologi dari Universitas Sriwijaya, Iche Andriani Liberty, peningkatan Covid-19 berkali-kali lipat.

"Dalam dua pekan ini tren kasus Covid-19 sedang meningkat. Kalau sebelumnya ada 20 an kasus, lalu jadi 100 an kasus.

Bahkan kini dalam sehari penambahan diatas 300 kasus. Jadi peningkatannya berkali-kali lipat," kata Iche, Kamis (10/2/2022).

Menurutnya, terkait adanya varian Omicron yang disinyalir penularannya lebih cepat, menurutnya masyarakat tidak boleh panik tapi tetap tidak boleh meremehkan juga maka tetap terapakan prokol kesehatan dengan baik.

Masih kata Iche, peningkatan kasus Covid-19 ini bukan hanya di Sumsel tapi di Indonesia.

Namun memang rata-rata gejala ringan, hanya yang perlu dilakukan itu pemantauan dengan baik ketika isolasi mandiri di rumah. 

"Jangan sampai karena isolasi mandiri di rumah jadi tidak optimal pemantauannya. Jadi ketika sudah tahu positif Covid-19 ya jangan kemana-mana," katanya.

Menurutnya, kejujuran masyarakat saat ini sangat diperlukan. Jika kondisi badan sedang tidak fit maka ceritakan kepelayanan kesehatan dan dilakukan swab.

Ini upaya bersama untuk memutuskan penyebaran Covid-19. 

"Jadi kejujuran masyarakat perlu diutamakan, karena kasus bertamu dan tidak bisa dipungkiri mungkin banyak yang tidak terkonfirmasi," katanya.

Sementara itu terkait tenaga kesehatan di RSMH Palembang terpapar Covid-19, RSMH Palembang melakukan ini sudah sangat tepat untuk antisipasi awal.

"Karena kita tidak tahu, apakah diri kita terpapar atau tidak. Jadi kebijakan seperti ini sangat tepat dilakukan RS yang besar seperti RSMH Palembang, untuk menskrining tenaga kesehatan dan karyawan," katanya.

Hanya saja ia menyayangkan untuk yang Covid-19 di sekolah, yang terungkap seperti itu jumlahnya.

Pasti ada yang belum terungkap juga, itu kira-kira kenapa? Apakah mungkin ada ketidak jujuran dari orangtua atau siswa. 

"Butuh komitmen tinggi untuk sekolah, orang tua dan siswanya mau menginformasikan hal tersebut dan menerapkan Prokes ketat.

Saya bukan bermaksud memblow-up, tapi setidaknya bisa jadi kontrol, dan bisa diadakan daring dulu dan ketika sudah sehat sekolah lagi," katanya.

Maka, menurut Iche harusnya sekolah siap buka dan tutup. Ketika ada yang terpapar tutup dulu belajar daring dan ketika sudah sembuh buka lagi. 

Sumber: Tribun Sumsel
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved