Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Cerita Joncik Muhammad Didakwa Tiga Pasal Sekaligus, Bebas Berkat Dibela Pengacara Kondang

Tidak tangung-tanggung, saya dikenakan tiga pasal sekaligus. Pasal tentang fitnah, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan.

Penulis: Chairul Nisyah | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
H Joncik Muhammad. 

BUPATI Empatlawang, H Joncik Muhammad dalam Ngopi Sore (Ngobrol Pintar Sore-sore) yang dipandu Kepala Newsroom Sripo - Tribun Sumsel, Hj L Weny Ramdiastuti mengungkapkan pernah membuat heboh Kabupaten Lahat dengan aksi demonya. Aksi itu berujung tuntutan hukum bagi Joncik, meski akhirnya bebas murni. Namun setelah itu karir politiknya moncer hingga akhirnya memimpin Kabupaten Empatlawang. Berikut penuturan Joncik mengenai perjalanannya di dunia politik.

******

Bagaimana awal mula terjun ke dunia politik?
Awalnya saya terjun sebagai aktivis, melalui organisasi. Saya mengikuti organisasi HMI saat masih duduk di bangku kuliah. Dari organisasi HMI inilah saya mengenal dunia aktivis, dan membuka jalan saya ke dunia yang lebih luas. Dapat dikatakan bergabung sebagai anggota Organisasi HMI memberikan pengarug besar dalam kehidupan remaja saja, hingga saat ini.

Apakah pernah bergabung di partai politik sebelumnya?
Iya. Saya pernah bergabung di salah satu partai politik. Saya saat ini bergabung di PAN (Partai Amanat Nasional). Tapi sebelum itu saya bergabung di partai politik lainnya.

Baca juga: Ini Arti Nama Bupati Empatlawang Joncik Muhammad, Perpaduan Barat dan Palembang

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Apakah pernah terlibat dalam perkara hukum?
Saat masih menjadi mahasiswa saya pernah memimpin demo besar di Kabupaten Lahat. Saat itu demo tersebut adalah demo pertama yang terjadi di Lahat. Dikarenakan adanya kesalahan data yang saya terima, saya dilaporkan oleh pihak yang saya demo.

Tidak tangung-tanggung, saya dikenakan tiga pasal sekaligus. Pasal tentang fitnah, pencemaran nama baik dan perbuatan tidak menyenangkan. Saya sempat dijadikan tersangka.

Bagaimana Anda melalui hal tersebut? Apa yang membuat bapak bisa lepas dari jerat hukum?
Saat saya ditetapkan sebagai tersangka, saat itu juga saya berkonsultasi dengan Abdul Naning. Dan saya langsung didampingi oleh 48 pengacara ternama, yang salah satunya adalah Bang Buyung Nasution. Dan saya pun menjalani proses sidang dengan status terdakwa.

Saat itu pemberitaan tentang saya sebagai aktivis cukup menghebohkan publik. Dengan didampingi oleh pengacara hebat dan ternama saya optimis dapat bebas. Dan benar saja, setelah menjalani berapa kali sidang saya dinyatakan bebas murni.

Baca juga: Kisah Kecil Joncik Muhammad Bupati Empat Lawang, Ternyata Pernah Dilarang Ortu untuk Lanjut SMA

Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:

Logo instagram.com/sriwijayapost/

Apa yang membuat bapak kembali ke kampung halaman? Dan menjadi seorang pejabat legislatif?
Setelah berita saya ditahan dan dibebaskan murni oleh pengadilan Lahat, saya pun dilamar oleh kepengurusan PAN. Lalu kemudian saya mencalonkan diri sebagai anggota legislatif dari Capil Muara Pinang. Dan saya menjadi salah satu yang terpilih hingga resmi dilantik.

Apa kiat untuk menjadi orang nomer satu Kabupaten Empat Lawang?
Dekat dengan masyarakat adalah jawabnnya. Karena menurut saya orang yang akan menang adalah orang paling banyak bersalaman dengan masyarakat. Sebagai seorang nomor satu di Kabupaten Empat Lawang saya selalu meriset apa keperluan apa yang dibutuhkan masyarakat.

Hasil riset saya didapatilah hasilnya, jika masyarakat Empat Lawang memerlukan rasa aman. Maka dari itu saya sebagai Bupati Empat Lawang akan mewujudkan hal tersebut.

Diawal kepemimpinan saya saya berjanji akan menjadikan Kabupaten Empat Lawang dalam waktu 6 bulan akan menjadi kabupaten yang aman. Dan Allhamdulillah saat ini Empat Lawang telah menjadi kabupaten yang aman untuk dikunjungi. (cr34)

Ilustrasi
Update 29 November 2021. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved