Pelajaran dari Peluncuran Buku Hoegeng. Hoegeng Sang Jenderal Polisi Jujur
Wartawan merupakan profesi yang istimewa karena tak sekadar memperoleh penghasilan untuk menunjang kehidupan ekonomi.
Oleh: Dasman Djamaluddin SH.M.Hum
Mantan Wartawan Sriwijaya Post, Jurnalis, Sejarawan.
Farouk Arnaz , penulis buku: "Dunia Hoegeng, 100 Tahun Keteladanan," yang diluncurkan hari ini, Minggu, 7 November 2021.
Dia mengatakan, wartawan merupakan profesi yang istimewa karena tak sekadar memperoleh penghasilan untuk menunjang kehidupan ekonomi.
Namun juga dapat memberikan hal berguna bagi masyarakat berupa informasi atau berita."
Ketika menulis buku by name (dengan nama sendiri) artinya lanjut Farouk Arnaz, "Kita berani memproklamirkan bahwa inilah semacam tanggung jawab profesi.
Bahwa liputan kita semua itu output-nya adalah buku."
Itulah, yang kita ketahui tentang Forouk Arnaz yang sehari-harinya sering terlihat menjalani akti-vitas sebagai seorang wartawan sebuah media daring (online) nasional.
Dulu, biasanya ia duduk di halaman kantor Divisi Hubungan Masyarakat Kepolisian Negara Republik Indonesia (Humas Polri), menunggu kesediaan pejabat berwenang untuk diwawancarai.
Entahlah, apa kebiasaannya tersebut masih sering ia lakukan sekarang? Wallahualam.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Sepertinya karena usia, ia sudah tidak melakukannya.
Ketika melihat video saya yang dipublikasi di acara tersebut, Isnudi yang dulu aktif di Museum Kebangkitan Nasional, mengatakan: "Saya sependapat dengan Pak Dasman yang namanya tokoh itu adalah teladan, tapi kalau berbuat salah apalagi korupsi itu bukan tokoh lagi dan harus ditin-dak tegas sesuai dengan tingkat kesalahannya.
Kalau perlu hukuman yang berat, ya, harus dilakukan untuk memberi efek jera dan juga untuk pembelajaran bagi generasi mendatang agar tidak melakukan perbuatan yang sama."
Dilanjutkan: "Mengambil contoh negara lain boleh saja, tapi hendaknya jangan meninggalkan/-sesuaikan dengan nilai nilai budaya kita. "
Banyak yang hadir dalam acara ini, sementara Ibu Megawati, Presiden ke-5 dan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP-P), pernyataannya tidak jauh berbeda dengan pi-datonya pada hari Selasa, 19 Oktober 2021.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/dasman-djamaluddin.jpg)