Breaking News:

Buya Menjawab

Bagaimana Hukumnya Sujud Tilawah atau Sujud Jajadah

Pada sholat subuh hari Jumat, imam sesudah membaca ayat ke 15 surah Alif lam mim assajadah melakukan sujud Tilawah/sujud sajadah.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/ ANTON
Ilustrasi. 

SRIPOKU.COM -- Assalamu’alaikum.Wr.Wb.
BUYA, pada sholat subuh hari Jumat, imam sesudah membaca ayat ke 15 surah Alif lam mim assajadah melakukan sujud Tilawah/sujud sajadah.

Ketika bangkit dari sujud tersebut beliau membaca surah al-Fatihah lagi baru kemudian melanjutkan bacaan surah assajadahayat ke-16.

Bagaimana hukumnya, Buya? Mohon penjelasan. Terima kasih.
0812780xxxx

Baca juga: Tata Cara & Hukum Sujud Tilawah saat Sholat subuh yang Benar, Hati-hati Jangan sampai Jadi 3 Rakaat

Baca juga: Hukum & Tata Cara Sujud Tilawah Saat Sholat Subuh, Hati-hati Jangan sampai Jadi 3 Rakaat saat Sholat

Jawaban:
Waalaikumussalam.Wr.Wb.
Sebab sebab melakukan sujud sahwi; Ada tiga macam yang tertinggal di dalam sholat, yaitu fardhu, sunnat mu’akkad dan sunnat hai'ah. Apabila tertinggal yang fardhu tidak dapat diganti dengan sujud sahwi saja. Tetapi apabila seseorang teringat terhadap fardhu yang ditinggalkannya itu, sedang masanya baru sebentar, ia boleh melakukan fardhu yang tertinggal itu dan meneruskan sholatnya (menambah raka’at yang tertinggal) serta melaksanakan sujud sahwi, jika waktu teringatnya sudah lama berselang, maka wajib mengulangi shalatnya (I’aadah). Apabila kelebihan raka’at, setelah salam ia teringat, jika saat teringatnya masih sebentar dia boleh mengulangi sujud sahwinya.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Sujud sahwi disyariatkan karena adanya cacat yang terjadi di dalam sholat, baik sholat fardhu maupun sholat sunnat. Sujud sahwi dilakukan adakalanya dikarenakan melakukan sesuatu perbuatan yang dilarang di dalam sholat, seperti menambah berdiri atau rukuk, sujud pada selain tempatnya karena lupa, membaca al Fatihah bukan pada tempatnya atau karena meninggalkan perbuatan yang diperintahkan, seperti meninggalkan rukuk, sujud atau berdiri atau meninggalkan al-Faatihah yang wajib atau tidak membaca Tasyahhud yang wajib, sedangkan tempatnya sudah lewat. Orang yang mengalami seperti itu melakukan sujud sahwi setelah menyusulkan perbuatan yang ditinggalkannya itu. Terhadap imam yang membaca al Fatihah sesudah sujud tilawah, maka sebelum salam imam melakukan sujud sahwi dan diikuti makmum juga melakukan sujud sahwi.

Apabila ia ingat hal yang ditinggalkannya itu sedang ia masih di dalam shalat, maka ia harus melakukan apa yang ditinggalkannya itu dan menyempurnakan sholatnya. Jika ia teringat setelah salam, maka dilihat dulu; jika waktunya belum begitu lama, ia boleh menyusulkannya, lalu sujud sahwi. Tetapi apabila waktunya sudah berlangsung lama, maka ia wajib mengulangi sholatnya. Artinya sholatnya batal.

Apabila seseorang ragu di dalam sholatnya; apakah sudah empat rakaat atau baru tiga rakaat, maka ia harus meyakinkan dirinya dengan tiga rakaat, sehingga berkewajiban menyempurnakan satu rakaat lagi dan sujud sahwi sebelum salam.

Hal dimaksud berdasarkan petunjuk Rasululla aw. Dalam sabda beliau: "Jika salah seorang di antara kamu sekalian ada ragu-ragu di dalam sholatnya, lalu tidak mengerti telah berapa rakaat sholatnya, tiga atau empat rakaat, maka buanglah keraguan dan lanjutkanlah sholat menurut keyakinannya, lalu sujud dua kali sebelum salam. Jika telah sholat lima rakaat itu, maka rakaat itu dapat menggenapi sholatnya dan jika telah sholat sempurna empat rakaat, maka kedua sujudnya itu dapat menghinakan syaithan (mengecewakan syaithan)." (HR.Muslim)

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved