Liputan Khusus
Okupansi Hotel Terdongkrak di PPKM Level 3, Warga Pilih Staycation di Hotel
Dampak positif tingkat PPKM ke level yang lebih rendah ini juga kepada peningkatan keterisian hotel (occupancy) yang signifikan
Penulis: Jati Purwanti | Editor: Soegeng Haryadi
PALEMBANG, SRIPO — Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di level 3 di Palembang telah dilakukan sejak beberapa lalu hingga 20 September mendatang. Dengan adanya pemberlakuan tersebut, pemerintah kota melonggarkan sejumlah aturan kegiatan masyarakat seperti operasional mal mulai buka pukul 10.00-20.00 WIB dengan kapasitas ditingkatkan kunjungan menjadi 50 persen. Ibadah dan kegiatan sosial hingga resepsi pernikahan pun boleh dilakukan dengan kapasitas undangan 50 persen.
Public Relation Hotel Santika, Siti Dewinta Anggraini menyebut, kebijakan terkait penurunan level PPKM membuat manajemen hotel bisa bernapas lega. Hal ini karena pelaksanaan rapat hingga pernikahan sudah bisa dilakukan di hotel ini dengan tamu maksimal 80 orang di ball room yang memiliki kapasitas 300 orang.
"Hanya memang kami tidak boleh menyediakan buffet/prasmanan. Jadi, hanya menyediakan makanan dalam kotak dan untuk protokol kesehatan dilakukan seperti biasa," ujarnya, Jumat (10/9).
Dampak positif tingkat PPKM ke level yang lebih rendah ini juga kepada peningkatan keterisian hotel (occupancy) yang signifikan. Sejak awal September tingkat hunian di atas 80 persen. "Untuk meeting dan wedding juga mulai berangsur naik," tambah dia.
Hotel bintang empat di Jalan R. Sukamto, Palembang, Hotel Harper pun merupakan berkah penurunan pembatasan kegiatan masyarakat. Pada umumnya tamu hotel merupakan warga yang ingin staycation (liburan dekat rumah) di hotel.
"Semenjak penurunan menjadi level 3, okupansi hotel perlahan mulai naik. Apalagi, di weekend. Banyak tamu yang ingin staycation saat weekend sehingga okupansi bisa lebih dari 50 persen," jelas Public Relation Hotel Harper, Jessica.
Permintaan penggunaan fasilitas hotel untuk berbagai kegiatan seperti acara resmi dan pernikahan pun masih tinggi. Pihak hotel pun menyikapi situasi ini dengan menghadirkan berbagai promo menginap hingga tawaran harga spesial untuk staycation di hari Minggu dan Senin.
Sementara itu, Marcom Manager The Excelton Hotel Palembang, Alan Budiman mengatakan, manajemen hotel selalu menyikapi positif setiap upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19, khususnya mengenai penggunaan kapasitas ballroom yang dilonggarkan menjadi 50 persen.
"Layanan yang kami berikan ke setiap tamu yang berkunjung maupun menginap tentunya akan selalu sejalan dengan penerapan prokes dan upaya disinfektanisasi seluruh ruangan. Ini kami lakukan secara rutin dan berkala," kata dia.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumsel, Herlan Asfiuddin, menerangkan, kunjungan ke hotel di Sumsel sudah berangsur meningkat meski hingga sebelumnya ada dampak dari PPKM.
"Ya, sekitar 40 persen daerah lain terkena imbas juga tapi di daerah pariwisata seperti Pagaralam okupansinya tinggi," terang dia.
Menurut Herlan, jika ingin meningkatkan angka kunjungan manajemen harus bersiasat dengan menghadirkan berbagai promo kepada masyarakat.
Berbeda dengan hotel, kunjungan mal di Palembang justru mengalami penurunan meskipun pihak manajemen mal enggan menyebutkan penurunan.
"Untuk Palembang Icon tingkat kunjungan selama PPKM menurun. Secara penurunan akan sama dengan bisnis yg lain," ujar Marketing Communication Palembang Icon, Edo.
Edo menerangkan, manajemen juga patuh terhadap peraturan inmendagri dan Surat edaran walikota Palembang terkait penerapan protokol kesehatan yang ketat untuk para pengunjung serta maksimum kapasitas kunjungan yang disyaratkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hotel-harper-palembang-buka-menu-buka-puasa.jpg)