Breaking News:

Lapor Mang Sripo

Bagaimana Status Terkini Karhutla?

Beberapa hari terakhir he­li­ko­pter waterbombing terlihat wara-wiri di langit Sumsel. Seperti pengalaman tahun-ta­hun sebelumnya ada indikasi hotspot

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM / Agung
Ilustrasi - Tim Satgas Karhutla berupaya memadamkan kebakaran lahan di wilayah Desa Palem Raya, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, Senin (19/7/2021) pukul 00.30. 

SRIPOKU.COM -- Kepada Yth BPBD Sumsel atau pihak terkait lainnya. Beberapa hari terakhir he­li­ko­pter waterbombing terlihat wara-wiri di langit Sumsel. Seperti pengalaman tahun-ta­hun sebelumnya ada indikasi hotspot.

Yang kami tanyakan bagaimana status terkini karhutla di Sumsel?

Terima kasih 08525810xxx

Baca juga: HD Tinjau Posko Satgas Karhutla di Kabupaten Ogan Ilir

Baca juga: Anggota BRIMOB Bantu Mitigasi Penanggulangan Karhutla di Wilayah OKU

Jawaban:
Amankan Potensi Karhutla

Terima kasih atas kepedulian dengan kondisi alam di Sumsel. Dapat dijelaskan sejak beberapa hari terakhir lima Helikopter Water Boombing (WB) terus dikerahkan Ba­dan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel. Pengerahan itu dilakukan un­­tuk melakukan water bombing ke sejumlah daerah yang rawan terjadi Kebakaran Hu­tan dan Lahan (Karhutla).

Dalam memadamkan api yang membakar hutan dan lahan di Sumatra Selatan sejak dua hari terakhir sudah sebanyak 592.000 liter air yang dijatuhkan oleh tim patroli udara di titik kebakaran.

Dalam upaya pemadaman tersebut, tercatat ada 134 kali upaya boombing yang dila­ku­­kan untuk memadamkan Karhutla di tiga kabupaten seperti, Banyuasin, Ogan Ilir dan Ogan Komering Ilir.

Sampai saat ini lima helikopter BPBBD Sumsel masih melakukan patroli udara untuk memantau lahan-lahan di Sumsel. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi untuk men­ce­gah potensi kebakaran terjadi di lahan gambut, mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau.

Dari data BPBD Sumsel, hingga saat ini tercatat ada 811 titik panas atau hotspot yang ter­sebar di Sumsel. Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin men­jadi penyumbang terbanyak titik panas pada semester pertama yakni 146 titik dan 93 titik.

Daerah lain yang memiliki hotspot terbesar lainnya Musi Rawas 89 titik, Banyuasin 85 titik, Lahat 86, Pali 83 titik dan Muara Enim 57 titik. Sepanjang semester pertama ini terpantau ada 811 titik. Paling banyak terjadi pada bulan Juli 256 hotspot. (Oca)

Ansori
Kabid Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel

Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:

Logo TikTok Sripoku.com
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved