Mengenang Jenderal Ahmad Yani, Anak Emas Presiden Soekarno, Dihabisi di Depan Kamar Tidur
Jenderal Ahmad Yani meninggal dunia setelah dibredel 7 tembakan oleh pasukan Tjakrabirawa di kediamannya.
Penulis: Nadyia Tahzani | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM - Peristiwa G30S/PKI menjadi kenangan yang tak terlupakan bagi masyarakat Indonesia.
Gerakan 30 September 1965 atau yang dikenal dengan peristiwa sejarah G30S/PKI terjadi pada 56 tahun yang lalu.
Meski begitu, sejarah terkait G30S/PKI masih ramai dibahas hingga sekarang.
Terlebih pada aktor-aktor yang terlibat dalam peristiwa tersebut.
Salah satunya yakni Jenderal Ahmad Yani, anak emasnya Soekarno.
Mengenang sejarah G30S/PKI, mari kita mengenal tentang sosok Jenderal Ahmad Yani.
Profil
Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani merupakan pahlawan revolusi Indonesia.
Achmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di Purworejo, Jawa Tengah dan meninggal dunia pada 1 Oktober 1965 (43 Tahun) di Lubang Buaya, Jakarta.
Achmad Yani merupakan komandan TNI Angkatan Darat ke-6 yang menjabat pada 23 Juni 1962 hingga 1 Oktober 1965.
Beliau meninggal karena dibunuh oleh Anggota Gerakan 30 September saat akan menculiknya dari rumah.
Jenderal TNI Anumerta Achmad Yani merupakan pahlawan revolusi Indonesia.
Achmad Yani lahir pada 19 Juni 1922 di Purworejo, Jawa Tengah dan meninggal dunia pada 1 Oktober 1965 (43 Tahun) di Lubang Buaya, Jakarta.
Achmad Yani merupakan komandan TNI Angkatan Darat ke-6 yang menjabat pada 23 Juni 1962 hingga 1 Oktober 1965.
Beliau meninggal karena dibunuh oleh Anggota Gerakan 30 September saat akan menculiknya dari rumah.