Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Apa Kabar Umrah untuk Jemaah Indonesia? Dua Kali Kesempatan tapi Kena Suspend

Ada sekitar 22 juta jemaah umrah dari Indonesia yang belum bisa berangkat karena pandemi.

Penulis: Jati Purwanti | Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ketua Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur 

KETUA Umum Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri), Firman M Nur menyatakan masih terus berupaya agar secepatnya jemaah umrah dapat menuju Tanah Suci. Dalam Live tak 'Apa Kabar Umroh Kita' yang dipandu wartawan Sripo, M Husin, menyebut ada sekitar 22 juta jemaah umrah yang belum bisa berangkat karena pandemi. Berikut petikan wawancara selengkapanya.

*****

Kabar umrah kita bagaimana?
Sudah ada harapan besar sebenarnya karena sejak awal tahun baru Islam atau dari 31 Muharram sampai 31 Dzulqa'dah Arab Saudi sudah buka umrah.

Jumlah target jemaah sebelum pandemi itu 19 juta dan sekarang menjadi 22 juta karena tidak berangkat selama pandemi.

Namun disayangkan Indonesia masih di-suspend. Masih lock juga belum bisa urus visa umrah.
Kami berharap kerja sama dengan pemerintah Saudi, Kementerian, DPR agar mengusahakan bisa umrah. Tidak bisa menafikan Covid-19 di Indonesia. Saudi ingin jemaah nyaman selama beribadah.

Baca juga: Umrah Indonesia Masih di-Suspend Saudi, Dirjen PHU: Kami Tidak Kurang Upaya Lobi Arab Saudi

Sebetulnya Indonesia diberi dua kali kesempatan ada Oktober 2020 hingga Februari 2021 namun di-suspend karena banyak positif tapi kabar baiknya mukimin (orang Indonesia yang tinggal di Arab Sauidi) bisa umrah. Semoga jemaah Indonesia cepat bisa umrah.

Bagaimana Amphuri menjaga biro travel perjalanan umrah dan haji di masa pandemi ini agar tetap bisa berjalan?
Hampir dua tahun tidak jalankan bisnis kami masih sabar bersama jemaah yang menunggu. Sudah siap jika sewaktu-waktu umrah dibuka lagi. Semoga ada kabar baik.

Amphuri usahakan untuk BPKH dan berkomunikasi dengan bank syariah yang menangani jasa umrah. Uang perusahaan tidak beroperasi digunakan untuk head cost. Kami berpikir anggota asosiasi dapat tambahan modal. Jika ada anggota gagal laksanakan amanah akan carikan solusi.

Kami juga lakukan kerja sama dengan konsultan keuangan untuk memberikan solusi untuk manajemen keuangan.

Bisakah biro umrah tidak terdaftar ambil visa dari negara lain?
Tidak bisa. Misalnya ambil visa di Malaysia di sistem di lock. Orang Indonesia di-lock dan ambil ke Indonesia.

Untuk di Filipina jemaah ganti paspor. Untuk pandemi jalur tertutup, bukan hanya tes tapi sertifikat vaksinasi harus valid secara nasional.

Kita inginkan tidak ada jemaah lagi yang gagal menerima atau mendaftar ke travel tidak berizin karena untuk izin biro umrah bisa dicek. Satu hari terlambat akreditasi izin hilang. Soal izin ini sangat ketat.

Apa yang harus disiapkan jemaah selagi menunggu kepastian umrah?
Jika ingin umrah usahakan suntik vaksin yang direkomendasikan oleh Saudi Arabia. Itu gratis. Apalagi, vaksin selain Sinovac sudah masuk Sumsel seperti AstraZaneca dan Moderna.

Jika sebelumnya sudah vaksin Sinovac dua dosis silakan ambil vaksin booster dari merek Pfizer atau Moderna. Vaksin booster tersebut akan disediakan namun berbayar dengan harga yang tidak mahal atau pada kisaran tarif sekitar $7-8 USD.

Secara nominal harga vaksin tersebut hanya Rp114 ribu. Pastinya lebih murah dari vaksin meningitis yang sekali suntik Rp350 ribu. (mg3)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved