Breaking News:

Wawancara Eksklusif

Wapres KH Ma'ruf Amin Sebut Sudah Sedikit tak Percaya Covid-19, Buktinya Banyak yang Minta Vaksin

Vaksinnya ini sudah kita siapkan, masyarakat juga sudah siap, tapi kecepatan memvaksin ini juga jadi masalah yang kita hadapi.

Editor: Soegeng Haryadi
TRIBUNNEWS
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin 

PANDEMI Covid-19 masih melanda Tanah Air. Meski telah satu setengah tahun, namun masih ada kelompok masyarakat hingga tokoh agama yang tidak mempercayai virus corona. Dalam wawancara khusus Tribun Network, Kamis (12/8), Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin mengatakan, fenomena yang dialami Indonesia merupakan pengaruh daripada fenomena global. Pemerintah, kata dia, telah melakukan berbagai upaya, dari edukasi hingga penjelasan dari pihak-pihak terkait ke masyarakat. Berikut petikannya.

*******

Pandemi sudah berjalan 1,5 tahun, namun masih ada kelompok masyarakat bahkan tokoh agama yang tidak percaya Covid-19, tidak bersedia menggunakan masker dan menolak divaksin?
Pertama, fenomena tidak percaya Covid-19 itu bukan hanya kita yang alami. Ini fenomena global, di Amerika Serikat juga menurut survei ada 30 persenan, di Perancis juga ada. Jadi apa yang terjadi di kita itu juga pengaruh daripada fenomena global itu. Pemerintah terus melakukan edukasi, berbagai penjelasan oleh presiden, wakil presiden, para menteri, kemudian juga dilakukan oleh para satgas dibantu oleh media secara masif. Kontranarasinya itu sebenarnya sudah dilakukan dengan baik.

Saya sendiri tentu bicara dengan seluruh ulama di daerah melalui virtual. Kemudian saya juga mengumpulkan ormas-ormas Islam dan semua ormas yang sekian ratus ormas itu. Semua sepakat, sama, bahwa ini harus ditanggulangi dan ini adalah sesuatu yang nyata. Jadi kami dalam tataran ormas itu hampir tidak ada yang berpikiran seperti itu.

Bahkan saya melalui berbagai kegiatan di pesantren, istighozah, haul, saya sebutkan bahwa persoalan Covid-19 ini bukan sesuatu yang diduga. Ini menurut ajaran agama begitu, kita harus bersiap terhadap bahaya yang diduga akan datang. Sesuatu yang diduga akan datang, kita harus siap diri. Padahal Covid-19 ini bukan diduga, tapi sesuatu yang diyakini adanya, nyata.

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Persoalan ini kan bahaya yang mengancam negara. Manakala ada bahaya yang mengancam negara, itu menjadi tanggung jawab seluruh rakyat Indonesia, terutama ulama. Ulama itu punya tanggung jawab negara. Ulama itu selalu saya ingatkan,cinta tanah air itu merupakan bagian dari iman.

Sekarang ada bahaya mengancam yaitu Covid-19 ini, maka itu bagian tanggung jawab ulama.
Covid-19 itu bukan hanya tanggung jawab kenegaraan dan kebangsaan, tapi juga keagamaan. Sebab menjaga jiwa atau diri dari wabah ini wajib, maka saya menggunakan istilah penanganan Covid-19 itu masalah agama sesuai syariat, dalam upaya melakukan perlindungan kepada masyarakat dan juga penjagaan pada masyarakat, ini tanggungjawab ulama.

Saya tanyakan mana masyarakat yang masih tidak percaya. Masih ada sedikit, dan itu digarap. Buktinya sekarang mereka minta divaksin dimana-mana. Sampai di daerah kurang vaksin, seluruh daerah menyatakan masih minta vaksin. Pemerintah terus menyiapkan vaksin supaya mereka bisa divaksin sampai akhir 2021. Ini akhir 2021 (diharapkan vaksinasi) ini selesai.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved