Buya Menjawab
Disamping Maksiat Zahir Ada Juga Maksiat Bathin
Saya mendengar tausiah yang menyatakan bahwa disamping maksiat zahir ada juga maksiat bathin, tolong jelaskan Buya.
Di pintu langit ke empat diperiksa oleh Malaikat penjaga pintu langit dan dikatakan oleh Malaikat tidak bisa diteruskan amal anak Adam ini, karena dia ini beribadah dengan perasaan Ujub (merasa sempurna sendiri, merasa superiority).
Di pintu langit ke Lima, diperiksa oleh Malaikat penjaga pintu langit, lalu dinyatakan;Tidak bisa diteruskan amal anak Adam ini, karena dia beribadah diiringi dengan sifat Hasad (iri).
Di pintu langit ke enam, diperiksa oleh Malaikat, lalu dinyatakan tidak bisa diteruskan amal anak Adam ini, karena disamping beribadah dia ini tidak merasa kasih sayang terhadap orang yang kena musibah atau sakit.
Di pintu langit ke Tujuh, diperiksa oleh Malaikat penjaga pintu langit, lalu dinyatakan bahwa tidak bisa diteruskan amal anak Adam ini, karena dia beramal ibadah untuk populeritas (termasyhur).
Sia-sialah amal ibadah seseorang, apabila tidak meninggalkan penyakit/maksiat bathin.
Melalui puasa Ramadhan dan puasa- puasa sunnat insyaa Allah maksiat bathin dapat dihilangkan. Juga melalui sholat yang Khusyuk, Khudlur dan Tadabbur karena Sholat dapat mencegah dari perbuatan keji dan munkar. INNA SHSHOLAATA TANHA ‘ANIL FAKHSYAAI WAL MUNKAR.
Sehingga dalam keseharian kehidupan ummat ini senantiasa damai, rukun ,toleransi dan penuh kasih sayang. (*)
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:
