Breaking News:

Gubernur Herman Deru : Dewan Pendidikan Harus Punya Terobosan Soal Pendidikan Sumsel

Permintaan dan harapan Herman Deru tersebut diungkapkan saat menerima Ketua dan pengurus inti Dewan Pendidikan Sumsel Drs H.Supadmi Kohar Rabu (4/8)

Penulis: Salman Rasyidin | Editor: Yandi Triansyah
Humas Pemprov Sumsel
Gubernur Herman Deru menyempatkan foto bersama dengan pengurus Dewan Pendidikan Sumsel periode 2021-2025. foto Humas Pemprov Sumsel 

SRIPOKU.COM, PELEMBANG - Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru meminta segenap Pengurus Dewan Pendidikan Sumsel periode 2021-2025 betul-betul punya terobosan baru terkait pendidikan di Sumsel khususnya.

Permintaan dan harapan Herman Deru tersebut diungkapkan saat menerima Ketua dan pengurus inti Dewan Pendidikan Sumsel Drs H.Supadmi Kohar Rabu (4/8) di ruang kerja Gubernur.

Pada bagian ini Herman Deru mengharapkan agar Dewan Pendidikan Sumsel bersama komponen dunia pendidikan lainnya mencarikan terobosan terkait proses pedidikan di saat pendemi covid-19 yang sudah berjalan satu setengah tahun.

Para siswa pada kondisi sekarang berada pada titik jenuh dalam proses belajar mengajar dengan sistem daring.

“Terobosan yang akan dilakukan bisa juga dengan menampung dan menyerap masukan dari bawah, bisa dari para orangtua siswa, pengelola pendidikan. Dewan pendidikan membuatkan formulasi terbaik untuk dilakanakan,” harap Herman Deru.

Herman Deru memberikan salah satu contoh opsi dengan melakukan tatap muka para siswa dan dengan tenaga pendidik setidaknya sekali seminggu untuk satu kelas paralel dengan memanfaatkan hall atau gedung pertemuan yang dimiliki pemprov dengan tetap mematuhi prokes yang ketat.

“Namun bagi yang berkeberatan, tetap dengan daring dan tidak boleh dipaksakan untuk tatap wajah”.

“Silahkan memanfaatkan gedung-gedung besar milik Pemprov untuk pembelajaran percontohan setidaknya satu kali seminggu untuk kelas paralel. Sementara bagi yang keberatan bisa tetap melakukan proses pembelajaran secara daring,” tambah Herman Deru.

Pandemi Covid-19 telah memberikan permasalahan yang luar biasa berat, sehingga membuat kita terpaksa melaksanakan pembelajaran daring dalam waktu yang begitu lama.

Kondisi demikian membuat anak-anak rindu kegiatan belajar di kelas/tatap muka karena menjenuhkan.

Halaman
12
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved