Berita Pendidikan

Mahasiswa Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang Hadirkan Edukasi Pengutamaan Bahasa Negara

Kegiatan ini menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan kesadaran berbahasa yang berkarakter, berwibawa, dan mencerminkan jati diri bangsa.

Tayang:
Sripoku.com/Dok. Molly Kurnia, UIN Raden Fatah Palembang
PUBLIC RELATION - Kelas Public Relations C UIN Raden Fatah Palembang menggelar kampanye Pengutamaan Bahasa Negara di Kalangan Siswa di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah, menghadirkan Serry Sesilia sebagai narasumber untuk mengajak siswa merawat bahasa Indonesia sebagai identitas bangsa melalui materi interaktif dan permainan edukatif yang seru. 

(Ditulis oleh : Molly Kurnia, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik, Program Studi Ilmu Komunikasi, UIN Raden Fatah Palembang)

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kelas Public Relations C, Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang menggelar kegiatan kampanye bertema “Pengutamaan Bahasa Negara di Kalangan Siswa” pada Senin, 24 November 2025 di Pondok Pesantren Muqimus Sunnah.

Kegiatan ini diampu oleh Ibu Sonia Nuprameswari, S.Sos., M.Sos. selaku pengampu mata kuliah Public Relations dan diikuti dengan antusias oleh para siswa yang memenuhi aula utama pesantren.

Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami pentingnya merawat, menggunakan, dan mengutamakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di tengah derasnya arus globalisasi.

Sebagai ketua pelaksana, Reno menyampaikan harapan besar melalui kalimat langsung yang menjadi penegasan tujuan kegiatan ini.

“Kami ingin seluruh siswa memahami bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan jati diri yang harus dijaga."

"Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa semakin percaya diri menggunakan bahasa negara dalam setiap kesempatan, baik di lingkungan pesantren maupun di luar,” ujar Reno dengan penuh optimisme.

Hadir sebagai narasumber, Serry Sesilia, Duta Bahasa Sumatra Selatan tahun 2025, yang memberikan paparan inspiratif mengenai peran generasi muda dalam menjaga martabat bahasa negara.

Dalam penyampaiannya, Serry menekankan bahwa bahasa Indonesia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan lambang identitas kebangsaan yang harus dijaga dan diamalkan di ruang publik maupun lingkungan pendidikan.

Dalam sesi materi, Serry Sesilia mengajak para peserta untuk lebih mengenal ragam bahasa baku, padanan istilah, serta penggunaan bahasa yang efektif dalam media sosial.

Ia juga memberikan contoh kasus dan praktik langsung yang membuat suasana kegiatan menjadi interaktif dan penuh semangat.

Para siswa tampak antusias mengikuti setiap sesi, mengajukan pertanyaan, dan terlibat dalam diskusi mengenai isu kebahasaan yang sering mereka temui dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk menambah semangat para peserta, kegiatan ini juga menghadirkan permainan Ranking 1 yang berisi beragam pertanyaan seputar bahasa Indonesia, mulai dari penggunaan bahasa baku, ejaan yang benar, hingga padanan istilah populer.

Suasana kompetisi berlangsung seru dan penuh tawa, terlebih karena para pemenang mendapatkan hadiah menarik sebagai bentuk apresiasi.

Permainan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi cara kreatif untuk menguji pengetahuan kebahasaan para siswa secara menyenangkan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved