Breaking News:

Virus Corona di Sumsel

Ada 8 Zona Merah Covid-19 di Sumsel, Gubernur Herman Deru Pastikan Tahun Ini Masih Sekolah Daring

Bahkan meski sudah menerapkan kesiapan prokes yang ketat sekalipun, pihaknya tetap tidak memperbolehkan sekolah tatap muka.

Editor: Refly Permana
Tribunsumsel.com/Linda Trisnawati
Gubernur Sumsel H Herman Deru saat memberikan kata sambutan pada sholat Idul Adha 1442 H di Griya Agung Palembang, Selasa (20/7/2021). 

Penulis: Arief

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Gubernur Sumsel, Herman Deru, menegaskan hingga saat ini semua sekolah di 17 kabupaten kota yang ada di Sumsel belum ada yang melakukan belajar tatap muka.

Hal itu dilatarbelakangi karena masih tingginya angka penyebaran Virus Corona di Sumsel.

Apalagi delapan daerah masih berstatus sebagai zona merah Covid-19 di Sumsel.

Adapun delapan daerah itu yakni Palembang, Musi Rawas, OKI, Lahat, Muara Enim, Banyuasin, Prabumulih, Lubuklinggau.

"Untuk sekolah tatap muka 100 persen belum diizinkan," kata Herman Deru, Sabtu (24/7/2021).

Bahkan meski sudah menerapkan kesiapan prokes yang ketat sekalipun, pihaknya tetap tidak memperbolehkan sekolah tatap muka.

Sekolah Tatap Muka di Muratara, Orangtua Teriaki Anaknya Pakai Masker, Siswa : Susah Napas

Apalagi, sampai saat ini vaksinasi Covid-19 bagi tenaga pengajar belum semuanya selesai.

"Kita tunggu kondisi pandemi Covid-19 membaik. Kami minta agar para orangtua memahami ini," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumsel, Riza Fahlevi, mengatakan izin belajar tatap muka tersebut hanya ditujukan bagi SMA/SMK sederajat yang berada di wilayah Covid-19.

Pihak sekolah nantinya terlebih dahulu harus meminta izin kepada wali murid dan dinyatakan dengan keterangan tertulis sebelum pembelajaran dimulai.

Selain itu, sekolah juga mengaplikasikan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan protokol kesehatan. Seperti mengatur jarak tempat duduk, menyediakan tempat cuci tangan, dan mewajibkan siswa menggunakan masker.

Menurut Riza, pihaknya sebelumnya telah mengagendakan belajar tatap muka terbatas untuk seluruh sekolah tingkat SMA/SMK pada tahun ajaran baru ini.

Tapi hal itu tertunda setelah Perlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro.

Muratara Terapkan Belajar Tatap Muka Terbatas, Sistem Genap Ganjil Dengan Prokes Ketat

"Kita menunggu instruksi dari Gubernur Sumsel. Untuk saat ini, kegiatan belajar mengajar masih dilakukan secara daring," pungkasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved