Breaking News:

Tanpa Ampun 7 Debt Collector Mengeroyok Menebas Korban dengan Parang, Polisi Periksa Pihak Finance

Aksi brutal para Debt Collector ini juga terekam di CCTV, sehingga melihat rekaman itu, pihak kepolisian memburu menangkap 7 pelaku

Editor: Hendra Kusuma
Tribun Bali
7 debt collector ditangkap ada yang tebaskan pedang, Jumat (23/7/2021) lalu. 

Maka terjadi kejar-kejaran, kedua korban terus lari, namun GB tertangkap di kawasan Pasar Monang-Maning, Denpasar.

GB Tewas

Meski GB sempat teriak minta ampun, namun para pelaku tidak mendengarkan, bahkan memukul, menerjang bahkan ada menebaskan parang kepada GB.

Sehingga dapat dibayangkan, dengan luka arang keranjang itu, GB tewas mengenaskan.

Sementara itu, KW meski sempat tertangkap, namun berhasil melarikan diri.

Dengan luka di kepala, KW terus lari dan mendatang kantor polisi.

Lalu, Polisi yang menerima laporan tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengejar para tersangka.

Mengaku 3 Kali Tebas Korban

Para pelaku memang melarikan diri, tetapi aksi para pelaku terekam CCTC dan satu tersangka ditangkap seusai polisi memeriksa rekaman CCTV warga.

"Iya pelaku WS berhasil ditangkap di RS Balimed. Sedangkan pelaku lainnya ditangkap di masing-masing tempat tinggalnya," katanya.

Sementara barang bukti sudah diamankan pihak polisi.

"Sedangkan barang bukti berhasil diamankan di TKP pertama di Jalan Gunung Patuha, Monang Maning."

Kepada polisi, WS mengaku tiga kali menebas korban.

Polisi Periksa Pihak Finance

Meski korban tewas di tangan 7 Debt Collector, tetapi Polisi tidak hanya memerksa para pelaku. Sebab, mereka juga akan memeriksa keterlibatan pihak finance dalam kasus ini.

"Ada sebilah pedang tanpa gagang karena terlepas saat digunakan pelaku WS, empat buah pedang yang ditemukan di kantor PT BMMS, tiga buah kursi plastik, batu."

Sementara itu polisi juga mengamankan dua motor dari PT BMMS.

"Dua unit sepeda motor milik korban yang dibawa ke PT BMMS dan satu sepeda motor yang ditarik dan juga menjadi awal permasalahan ini."

"Korban dipastikan mendapat luka-luka terbuka total ada enam di kepala, lengan dan paha dan ada juga patah tulang."

"Para pelaku terancam Pasal 338 KUHP dan atau Pasal 170 Ayat (2) ke 1, ke 3 KUHP, Pasal 351 ayat (3) KUHP dan Pasal 2 Ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951."

Sumber:Tribun Bali

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved