Breaking News:

Tanpa Ampun 7 Debt Collector Mengeroyok Menebas Korban dengan Parang, Polisi Periksa Pihak Finance

Aksi brutal para Debt Collector ini juga terekam di CCTV, sehingga melihat rekaman itu, pihak kepolisian memburu menangkap 7 pelaku

Editor: Hendra Kusuma
Tribun Bali
7 debt collector ditangkap ada yang tebaskan pedang, Jumat (23/7/2021) lalu. 

Untuk menyelesaikan masalah ini, KW lantas mengajak korban ke kantor PT BMMS.

Karena ingin membantu temannya maka GB bersama KW datang ke kantor PT BMMS.

Tujuan mereka pun bernegosisasi di sana, apalagi motor tersebut sebenarnya tidak lama lagi akan lunas, sehingga meminta kebijakan minimal perpanjangan.

Namun, ditolak, sebab pihak PT BMMS beralasan batas waktu pembayaran sepeda motor KW telah habis.

Karena kesal, maka pihak GB dan KW melakukan protes keras, sehingga terjadi keributan.

"Setelah tiba di lokasi ada pembicaraan dan tidak ada kesepakatan, sehingga terjadi keributan," jelas Jansen, dikutip dari Kompas.com, Senin (26/7/2021).

Saat itu, beberapa orang Debt Collector sedang berada di kawasan kantor tersebut dan mendekat, sehingga terjadi keributan.

Merasa terancam GB kemudian mengeluarkan senjata tajam.

Sempat terjadi keriburan kecil, namun melihat para Debt Colletor dengan jumlah 7 orang datang dengan senjata tajam, GB dan KW memilih kabur.

Akan tetapi para tersangka ternyata mengejar keduanya dengan membawa senjata tajam, seperti parang, batu dan kursi.

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved