Breaking News:

Buya Menjawab

Dalam Suasana Wabah Covid-19, Kurban Diganti Uang Apakah Boleh?

Bagi yang akan berkurban lebih bermanfaat dan afdlol berikan saja dalam bentuk uang kepada orang-orang miskin, tolong penjelasannya.

Editor: Bejoroy
SRIPOKU.COM/JATI PURWANTI
Ilustrasi - Kegiatan pemotongan hewan kurban di salah satu perusahaan BUMN di Kota Palembang. 

SRIPOKU.COM - Assalamu'alaikum Wr.Wb.
BUYA ada anjuran seseorang, dalam suasana wabah Covid-19 berjangkit yang menyebabkan banyaknya orang miskin baru, maka bagi yang akan berkurban lebih bermanfaat dan afdlol berikan saja dalam bentuk uang kepada orang-orang miskin.

Bagaimana buya? Tolong penjelasannya. Terima kasih.
0812788xxxx

Baca juga: Bolehkah Berkurban 1 Kambing untuk 1 Keluarga? Ternyata Ini Jawaban Tepat Jangan Sampai Salah Niat

Baca juga: Apa Hukumnya Berkurban untuk Orang yang Sudah Meninggal? Ternyata Ini Penjelasan Pahala Berlipat?

Jawaban:
Wa'alaikumussalam Wr.Wb.
Kaum muslimin hendaknya berhati-hati dengan fatwa atau semacamnya. Dalam sistem peribadatan Islam masing-masing mengandung hikmah dengan tata cara dan momentumnya. Udlhiyyah pakai tasydid pada huruf YAA, berarti; binatang ternak yang disembelih dengan niat mendekatkan diri kepada Allah Swt. itulah yang disebut dengan berkurban. Sebagaimana anjuran Rasulullah Saw. kepada Fatimah anak kandung beliau; "Wahai Fatimah berkurbanlah engkau, ketika darah hewan kurban itu mengalir ke bumi, saat itu Allah Swt. mengampuni dosa-dosamu."

Jangan lupa Like fanspage Facebook Sriwijaya Post di bawah ini:

Tidak sama hikmahnya jika memberikan sodakoh uang kepada fakir miskin. Begitu juga seperti jika sholat subuh berjama'ah diteruskan dengan zikir sampai syuruk (terbit matahari) kemudian sholat sunnat (isryroq) dua raka'at maka memperoleh pahala haji dan umroh dengan sempurna. Begitu menurut Rasulullah SAW. tentang sholat sunnah Isyroq. Pada saat Iqomah sudah dilantunkan oleh Mu'azzin, ikutilah sholat Subuh berjama'ah dua raka'at, dzikir panjang dan ketika selesai berdoa, pada saat masuk waktu Syuruq (terbit Matahari), sholatlah dua raka'at sunnat Isyroq. Niscaya mendapat pahala Haji dan Umroh dengan sempurna.

Berdasarkan sabda Rasulullah SAW; Barang siapa sholat Subuh berjama'ah kemudian duduk ber-dzikir kepada Allah hingga terbit matahari, kemudian sholat dua raka'at, niscaya dianugerahi seperti pahala haji dan umrah dengan sempurna, dengan sempurna, dengan sempurna. (HR. At-Tirmidzi, Hasan gharib, at-Targhib wa tarhib)

Sholat sunnat Isyroqdua raka'at; raka'at pertama sesudah al-Faatihah, baca surah al-Kaafirun, raka'at kedua sesudah al-Faatihah baca surah al-Ikhlas, setelah salam membaca do'a; "Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan hari ini sehat wal'afiyat, dan menyinari dengan sinar matahari dari tempat terbitnya. Ya Allah anugerahkanlah rezeki yang baik kepadaku pada hari ini, dan hindarkanlah kejahatan daripadaku. Ya Allah sinarilah hatiku dengan hidayah Engkau, sebagaimana Engkau menyinari bumi dengan sinar matahariMu selamanya dengan rakhmat Engkau wahai zat yang Maha Penyayang."

Menyikapi hadits diatas tidak boleh kita lalu berpikir sbb; Cukup sholat sunnat Isyroq saja tidak usah berangkat ke Tanah Suci untuk haji dan umroh. Padahal kita sudah termasuk Istitho'ah (memiliki kemampuan melaksanakan haji dan umroh.)

Jangan lupa subscribe, like dan share channel Youtube Sripokutv di bawah ini:

Sholat sunnat isyroq tidak menggugurkan kewajiban menunaikan ibadah haji Bagi yang mampu melaksanakan perjalanan ke tanah suci, (mampu fisik, economi dan memiliki pengetahuan tentang manasik haji) karena hikmah melaksanakan secara fisik ibadah haji sangat tinggi nilainya.

Begitu juga bagi yang memiliki kemampuan memotong hewan kurban jika tidak memotong kurban pada hari raya idul adlha kata Rasulullah Saw. ; "LAA TQROBANNA MUSHOLLANAA. Artinya; Jangan mendekati tempat sholat kami". Wahai Fatimamah kata Rasulullah Saw. kepada anak kandung beliau; "Berkurbanlah engkau, ketika darah hewan kurban itu mengalir ke bumi saat itu Allah SWT mengampuni dosa-dosamu". Berkurban bagi yang memiliki kemampuan hukumnya Sunnat Mu'akkad/Kifayah, jika tidak berkurban hukumnya makruh. Rasulullh Saw. Bersabda: "Aku diperintahkan berkurban,dan (bekuban)sunnat bagi kamu". (HR. Attirmizi). Beliau bersabda: "Diwajibkan kepadaku berkurban, dan tidak diwajibkan atas kamu". (HR.Daarul Quthni).

Bersedekah uang juga tinggi hikmahnya; Menghindarkan diri /meredam panasnya kubur, menghindarkan diri dari balak bencana, membuka pintu rezeki dll. Bersedekah uang kapan saja saatnya bisa dilakukan, tetapi berkurban pada saat/momentum tertentu; !0. Zulhijjah (hari Nahr) 11, 12,13 Zul Hijjah (Hari-hari Tasyri'). Maka bagi yang mampu, maka sedekah uang iya, berkurban juga iya. Begitu juga bagi yang Istitho'ah; Berangkat ke Tanah Suci iya, tiba di Tanah Air shiolat Subuh berjama'ah iya, diteruskan dengan zikir sampai Syuruq dan sholat sunnat Isyroq. Demikian penjelasan Buya. (*)

ilustrasi
Update 15 Juli 2021. (https://covid19.go.id/)
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved