Strategi Layanan Birokrasi Di Era Disrupsi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia disrupsi diartikan hal yang tercabut dari akarnya atau dikenal dengan perubahan yang mendasar atau fundamental.
Oleh : H Rudi Irawan, S Sos, M Si
Birokrat Di Pemprov Sumsel dan Ketua IKA FISIP Unsri
Perkembangan teknologi saat ini sedang mengalami disrupsi.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) disrupsi diartikan hal yang tercabut dari akarnya atau dikenal dengan perubahan yang mendasar atau fundamental.
Disrupsi teknologi dikenal sebagai era terjadinya inovasi dan perubahan besar-besaran secara fundamental karena hadirnya teknologi digital.
Istilah disrupsi pada dasarnya sudah dikenal sejak lama, guru besar Harvard Business School yaitu Clayton M. Cretensen mempopulerkannya kembali melalui buku yang berjudul The Inovvator Dilemma.
Christensen (1997) dalam Jurnal Transformative 2021 "Birokrasi, Disrupsi, dan Anak Muda" menyebut Disrupsi merupakan istilah untuk menjelaskan adanya sebuah perubahan besar yang mengubah tatanan.
Cara untuk menanggulangi kemunculan disrupsi yaitu dengan melakukan inovasi.
Mengambil istilah Talcott Parson, disrupsi sebagai perubahan sistem yang sedang terjadi dan menuntut adanya adaptasi dengan perubahan tersebut.
Saat ini Indonesia sedang menghadapi perubahan ini.
Akibat pandemi disrupsi teknologi mengalami percepatan dan tantangan inilah yang harus dihadapi saat ini.
Sebelum membahas mengenai Penguatan Birokrasi di Era Disrupsi digital terlebih dahulu kita lihat dua masalah besar yang dihadapi bangsa Indonesia.
Pertama, Pada 2030-2040, Indonesia diprediksi akan mengalami masa bonus demografi, yakni jumlah penduduk usia produktif (berusia 15-64 tahun) lebih besar dibandingkan penduduk usia tidak produktif (berusia di bawah 15 tahun dan diatas 64 tahun).
Pada periode tersebut, penduduk usia produktif diprediksi mencapai 64 persen dari total jumlah penduduk yang diproyeksikan sebesar 297 juta jiwa.
Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia dapat memetik manfaat maksimal dari bonus demografi yakni ketersediaan sumber daya manusia (SDM) usia produktif yang melimpah. Kedua, usia produktif tersebut melek teknologi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/h-rudi-irawan-s-sos-m-si.jpg)