Strategi Layanan Birokrasi Di Era Disrupsi

Dalam Kamus Besar Bahasa In­donesia disrupsi diartikan hal yang tercabut dari akarnya atau dikenal dengan per­ubahan yang mendasar atau fundamental.

Editor: Salman Rasyidin
Strategi Layanan Birokrasi Di Era Disrupsi
ist
H Rudi Irawan, S Sos, M Si

Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia da­pat memetik man­faat maksimal dari bonus demografi yakni ketersediaan sumber daya ma­nusia (SDM) usia produktif yang melimpah. Kedua, usia produktif tersebut melek tek­no­lo­gi.

Berdasarkan data di­kutip dari Kompas, Selasa (23/2/2021) pengguna internet di In­do­ne­sia pada awal 2021 ini mencapai 202,6 juta jiwa. 

Jumlah ini meningkat 15,5 persen atau 27 juta jiwa jika di­ban­di­ng­kan pada Januari 2020 lalu.

Total jumlah penduduk Indonesia sen­di­ri saat ini adalah 274,9 ju­ta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.

HootSuite menggambarkan pengguna internet berusia 16 hingga 64 tahun diketahui memi­li­ki be­berapa perangkat elektronik berbeda, termasuk telepon genggam (baik smartphone mau­pun non-smartphone), laptop/PC, tablet, smartwatch, dan sebagainya.

Pengguna inter­net Indonesia (usia 16 hingga 64 tahun) yang memiliki telepon genggam adalah 98,3 persen.

Tak ayal, te­lepon genggam juga tampil menjadi perangkat favorit pengguna internet untuk meng­akses in­ternet.

Tercatat ada 96,4 persen atau 195,3 juta orang Indonesia yang meng­ak­ses di internet melalui ponsel genggamnya.

Revolusi industri terkini 4.0 atau generasi keempat mendorong sistem otomatisasi dan in­te­grasi di dalam semua proses aktivitas.

Teknologi internet yang semakin masif tidak hanya meng­hubungkan jutaan manusia di seluruh dunia, tetapi juga telah menjadi basis bagi tran­sak­si perdagangan dan transportasi secara online (Ahmad Yusril Wafi, 2019).

Ada beberapa hal yang terjadi dalam dalam era disrupsi teknologi  yakni terbukanya pe­lu­ang bis­nis baru bidang jasa, layanan lebih mudah diakses dan dipilih karena serba online dan ser­ba smart, pintar, lebih menghemat waktu dan lebih akurat.

Situasi ini menandakan perubahan sa­ngat cepat, fundamental dengan mengacak-acak pola tatanan lama untuk men­cip­takan ta­tan­an baru.

Dampak dari disrupsi juga lahirnya model baru yang lebih inovatif dan disruptif.

Ca­kupan perubahannya tidak hanya dunia bisnis, perbankan tetapi juga trans­portasi, sosial ma­syarakat, pendidikan tetapi pemerintahanan.

Halaman
1234
Sumber:
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved