TERANCAM Lebih Parah dari INDIA, WHO Peringatkan Indonesia Soal Lonjakan 21 Ribu Per Hari

Permintaan lockdown dari beberapa ahli dan organisasi profesi di bidang kesehatan terus mengemuka. Sebab, situasi di Indonesia sebenarnya cukup gentin

Tayang:
Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/ANTON
Ilustrasi varian Delta dari virus corona, penyebab tsunami Covid-19 di India. TERANCAM Lebih Parah dari INDIA, WHO Peringatkan Indonesia Soal Lonjakan 21 Ribu Per Hari 

Kerumunan lainnya juga terjadi ketika warga Madura menolak tes swab dan penyekatan Jembatan Suramadu hingga berbuntut menggeruduk Balai Kota Surabaya pada 21 Juni lalu.

Kerumunan juga terjadi ketika Pengadilan Jakarta Timur membacakan vonis penjara 4 tahun bagi pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab pada Kamis pekan lalu. Ratusan pendukung Rizieq mendatangi PN Jaktim hingga sempat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian.

Selain itu, sistem kesehatan dan penanganan Covid-19 mulai dari sisi pelacakan (tracing), testing, maupun perawatan (treatment) juga belum sepenuhnya baik.

ilustrasi
Update 29 Juni 2021. (https://covid19.go.id/)

Saat kasus covid-19 tinggi di Januari lalu, tingkat ketersediaan tempat tidur rumah sakit di Indonesia juga nyaris penuh. Belum lagi lahan makam untuk Covid, terutama di Jabodetabek yang makin menyempit.

Tingkat Keterisian Tempat Tidur

Kini, tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) sejumlah Rumah Sakit (RS) di kabupaten/kota, baik ruang isolasi maupun Intensive Care Unit (ICU) untuk perawatan pasien terpapar virus corona (covid-19) telah mencapai 100 persen.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), terdapat 102 kabupaten/kota dengan tempat tidur isolasi dan 68 daerah dengan ICU Covid-19 masuk dalam kategori zona merah per 27 Juni 2021. Kategori zona merah RS didasarkan pada BOR yang sudah mencapai 80-100 persen.

Selain itu tingkat pemeriksaan Covid-19 menjadi salah satu yang terendah. Berdasarkan data Worldometer, tingkat testing Indonesia ada di peringkat ke-159 dengan kemampuan 70.698 pengujian per 1 juta populasi.

Hal itu menjadikan jumlah kasus penularan Covid-19 dan kematian bisa lebih tinggi dari yang terdata saat ini.

Persoalan Vaksinasi

Sementara itu, Tingkat vaksinasi yang rendah juga menambah rentan kondisi penanganan Covid-19 di Indonesia. Saat ini, berdasarkan ourworldindata.org, sebanyak 13 juta atau 4,8 persen total penduduk Indonesia telah melakukan vaksinasi lengkap.

Setidaknya, 23,05 persen dari total 273 juta penduduk telah menerima dosis pertama vaksin.

Belajar dari Singapura

Berikut 5 Seperti apa langkah kongkrit Singapura tersebut:

1. Perketat Tindakan Kesehatan Publik

Singapura bekerja cepat, mereka melakukan Pengendalian Covid-19 dengan tindakan Kesehatan Publik 3t yakni, test, tracing, treatment.

Langkah ini dikenal sangat efektif untuk melakukan kontrol penyebaran Covid-19.

2. Budaya Disipkin Penerapan Prokes

Selain itu, Singapura selama ini dikenal sangat ketat dalam pengawasan. Apalagi negara tersebut memang dikenal sebagai negara dengan jutaan CCTV di mana-mana sehingga muda melakukan pengawasan ketat akan penerapan protokol kesehatan.

Sebab, sejauh ini Singapura membangun dan membudayakan tindakan pencegahan secara pribadi (protokol kesehatan).

3. Pemberian Vaksin Covid-19 secara reguler

Singapura juga akan mempercepat proses vaksin terhadap seluruh warganya, di mana sejauh ini, Singapura sudah melakukan vaksin dengan pecapaian 25 persen lebih.

Hal itu terlihat dari data, bahwa penduduk Singapura mencapai 5.895.734, sementara yang divaksin berdasarkan data dari pharmaceutical technology sudah divaksin sekitar 3.407.068.

Pencapaian inilah yang membuat Singapura makin pede untuk hidup berdampingan dengan Covid-19, sebab Singapura berusaha keras mencapai 70-80 persen warga yang harus divaksin.

4. Suntik vaksin setipa tahun

Menurut Perdana Mentera Singapura, langkah keempat adalah langkah terbaik sejauh ini sebelum pihaknya benar-benar menemukan obat yang tepat untuk Virus Corona.

Yakni, Singapura akan melakukan vaksin secara rutin setiap tahunnya untuk memperkuat dan membangun sistem imun secara masal.

5. Setiap tahun akan uji hasil vaksin dan dosis sistem kekebalan

Singapura juga akan melakukan uji setiap tahunnya demi memenukan formula yang tepat menyembuhkan pasien dari Virus Corona tersebut.

"Kami memutuskan hidup berdampingan dengan Covid-19, sembari terus melakukan ujicoba mengatasinya dan mencari formula yang tepat untuk mengatasi bahaya Covid-19, sehingga kami akan memasuki Era New Normal dengan catatan akan terus melakukan vaksin dan uji, mengatasi dan menakan angkat sebaran virus," jelas PM Singapura seperti dilansir dari The Straits Times.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved