TERANCAM Lebih Parah dari INDIA, WHO Peringatkan Indonesia Soal Lonjakan 21 Ribu Per Hari
Permintaan lockdown dari beberapa ahli dan organisasi profesi di bidang kesehatan terus mengemuka. Sebab, situasi di Indonesia sebenarnya cukup gentin
Hal diungkapkan salah seorang mahasiswi asal Indonesia yang bermukim di India.
"Kalau di Jakarta kan cenderung kita was-was. Di kendaraan umum seperti KRL juga bisa dilihat hampir semuanya menggunakan masker."
"Kalau di India itu dalam satu bus saja hanya beberapa yang pakai masker, sebagian lainnya tidak," kata seorang mahasiswi asal Indonesia di India, Anggy Eka Pratiwi seperti dilansir dari kompas.com.
Jangan lupa juga subscribe, like dan share channel Instagram Sriwijayapost di bawah ini:
Sementara itu, Perilaku bandel itu pun semakin terlihat ketika ribuan warga India tetap menghadiri ritual umat Hindu yakni mandi di sungai alias Kumbh Mela yang berlangsung di beberapa sungai di negara itu pada April lalu.
Sebab, Belasan ribu warga tersebut sama sekali tak mengindahkan protokol kesehatan seperti tak memakai masker dan tidak menjaga jarak saat melakukan ritual tersebut.
apalagi Sejak upacara itu, ribuan orang orang terinfeksi Covid-19. Pemerintah bahkan mengumumkan upacara tersebut sebagai salah satu penyebab lonjakan infeksi corona.
Namun harus disikapi jika Perilaku abai warga itu pun dipicu oleh sikap sejumlah pejabat pemerintah India.
Sementara di tengah lonjakan penularan corona, sejumlah politikus, partai politik, bahkan pejabat pemerintah, masih terus melakukan kampanye demi memenangkan sejumlah pemilihan kepala daerah.
Persoalan Kampanye pilkada itu pun dilakukan oleh partai pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi, Partai Bharatiya Janata.
Karena Situasi abai protokol itu lalu diperparah dengan kemunculan varian Delta corona yang dinilai ilmuwan lebih cepat menular. Sehingga membuat India ambruk.
Sebab, Varian baru corona India ini disebut B1617 yang berasal dari mutasi ganda E484Q dan L452R. Varian corona baru ini terdeteksi pertama kali pada tahun lalu.
Jangan lupa subscribe, like dan share channel TikTok Sriwijayapost di bawah ini:
WHO Peringatkan Indonesia, Harus Belajar dari India
WHO memberikan peringatan, masih ada kesempatan di Indonesia untuk menghindari Lonjakan Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/virus-corona-varian-delta.jpg)